Wednesday, January 28, 2026

Tiga Kerabat Ratu di Negeri Jiran

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Greg segera mengambil setumpuk buku lalu menyodorkan Brazilian Fruits & Cultivated Exotics terbitan Brazil untuk menguatkan pendapatnya. ‘Lihat posisi tumbuh daun di sisi kiri dan kanan saling berhadapan. Itu salah satu ciri utama tanaman dari famili Clusiaceae alias keluarga manggis,’ kata Greg. Bentuk bunga mammea juga mirip manggis, bedanya kelopak bunga manggis ungu, sedangkan kelopak mammea kuning kehijauan.

Teka-teki nama buah yang dicicip Trubus pada awal Juni 2009 di Tropical Fruit Farm di Pulau Pinang, Malaysia, terjawab sudah. Ketika itu Quah Ewe Kheng, sang pemilik kebun wisata di Balik Pulau, Pulau Pinang, itu lupa nama buah yang kami cicip bersama. Pengusaha batik Malaysia itu hanya ingat buah mirip mamey sapote itu dibawa 13 tahun silam dalam bentuk biji dari Sabah, Malaysia.

Satu-satunya informasi diperoleh dari Ng Hooi Hoon, staf Tropical Fruit Farm, yang mengirim kabar melalui short massage service (SMS) setelah Trubus kembali ke Indonesia. Alumnus Biologi Terapan Universitas Sains Malaysia itu menyebut Mammea americana sebagai mamey apple. Kata kunci itulah yang membantu penelusuran mammea di dunia maya melalui situs mesin pencari. Di jagad maya ia dikenal pula sebagai abrico do para, abrico, dan abrico das antilhas.

Apricot dari Para

Menurut Quah, satu-satunya biji mamey apple yang dibawa dari Sabah lalu disemai. ‘Semula saya tak berharap bakal tumbuh, karena sudah sebulan disemai tak juga berkecambah,’ katanya. Apricot brasil itu baru berkecambah setelah 3 bulan disemai. Kini setelah berumur 13 tahun, tanaman sudah berbuah 2 kali: setahun silam muncul 4 buah dan tahun ini 20 buah. Sayang, tahun lalu Quah tak sempat mencicip nikmatnya mammea.

Pada awal Juni itu 20 buah beragam ukuran bergelayutan di cabang tanaman setinggi 5 m. Yang paling besar berdiameter 20 cm. Sayang, saat buah terbesar dipetik daging masih keras karena belum matang. Di saat kecewa itulah Quah berteriak, ‘Lihat! ada yang sudah jatuh, semoga masih bisa dicicip,’ katanya. Beruntung, meski bagian pangkal buah busuk, 80% bagian buah masih bisa dinikmati.

Rasanya? Hmm, manis dan renyah walau agak berserat. Mirip kombinasi mangga dengan pir. ‘Anda beruntung, tak perlu menunggu 13 tahun. Saya pun baru mencicip sekarang,’ kata pengusaha travel itu. Greg sepakat rasa mammea apple memang lezat. ‘Manis, agak berserat, dan peungkeur (peungkeur = bahasa Sunda, berarti pejal, red),’ kata Greg yang mencicip kerabat manggis itu 31 tahun silam di Kota Belen, Brasil. Greg menyebut rasa itu mirip apricot, makanya ia disebut abrico do para yang artinya apricot dari Para.

Sayang, di tanahair mammea masih langka. Dua penangkar bibit-di Demak, Jawa Tengah, dan Parung, Bogor-yang kerap mengimpor buah dari Amerika Selatan mengaku belum pernah mendengar kata Mamey apple. Satu-satunya abrico do para di tanahair tumbuh di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor. Di sana kerabat manggis berumur 8 tahun tumbuh setinggi 4,5 m. Ia didatangkan Greg dalam bentuk okulasi dari Hawai; Amerika Serikat. Pada pertengahan Agustus 2009, 1 buah berukuran bola kasti dan 1 buah seukuran bola pingpong muncul di sela-sela cabang.

Kerabat ratu

Di Tropical Fruit Farm tumbuh pula keluarga manggis nan langka berkulit dan berdaging kuning. Hoon menyebutnya kandis Garcinia cowa. Sedangkan Greg menduganya sebagai cerapu Garcinia prainiana. Maklum, di tanahair kandis ialah Garcinia parvifolia. Penamaan manggis-manggis hutan memang simpangsiur karena buah yang sama kerap disebut nama lokal berbeda-beda. Sebaliknya, nama sama tapi buah yang dimaksud beda.

Di tanahair 2 manggis hutan yang populer ialah mundu Garcinia dulcis yang berkulit kuning dan mundar Garcinia forbesii yang kulitnya merah. Yang disebut pertama ada 2 varian: berasa manis dan berasa asam. Sedangkan mundar asam. Drs Jawal Anwaruddin Syah MS, peneliti manggis di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Pasarminggu, Jakarta Selatan, menyebut kerabat manggis kulit kuning sangat banyak ragamnya. Contohnya kandis Garcinia xanthochymus (dalam bahasa Yunani xanthos artinya kuning, red). Bedanya daging buah xanthochymus putih.

Quah mengaku keluarga manggis berumur 12 tahun itu berasal dari Indonesia dan ditanam dari biji. Yang unik, menurut Greg, cerapu milik Quah yang tak berbiji bagus untuk tanaman koleksi karena langka. Master biologi dari Universitas Birmingham, Inggris, itu pernah melihat pohon cerapu 30 tahun silam di hutan di Padang, Sumatera Barat. Sayang, saat itu Greg tak sempat mencicip cerapu. Di kebun milik Quah cerapu berasa asam segar. Kulitnya-seperti cerapu lain-dapat dimakan.

Di Selangor, Malaysia, wartawan Trubus Sardi Duryatmo, juga melihat asam gelugur Garcinia atroviridis di Malaysia Agriculture, Horticulture, and Agrotourism (MAHA) Expo 2008. Gelugur unik karena buahnya berjuring, mirip belimbing. Ia pernah ditemukan di hutan-hutan di Sumatera, Semenanjung Malaysia, hingga Birma. Secara tradisional asam keping-sebutan asam gelugur di Sumatera-dipakai sebagai bumbu masak setelah dikeringkan. Yang dikeringkan juringjuring gelugur berbentuk kepingan. Itulah 3 kerabat sang ratu. Dari yang berbentuk belimbing hingga berkulit cokelat seperti mamey sapote. (Destika Cahyana)

 

Mammea americana, keluarga manggis dari Brasil. Buahnya lebih mirip mamey sapote

Mamey sapote, buah eksotis dari Amerika Tengah

Cerapu, dari Pulau Pinang istimewa karena tak berbiji. Kulitnya bisa dikonsumsi

Asam gelugur, keluarga manggis asli Indonesia, bentuknya berbelimbing. Digunakan sebagai bumbu masakan. Disebut juga asam keping

Daun mamey apple Mammea americana

Foto-foto: Destika Cahyana

 

Daun manggis Garcinia mangostana

Ilustrasi: Bahrudin

Previous article
Next article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img