


Babak puncak yang mempertemukan para kampiun maskoki jumbo seperti ryukin, ranchu, oranda, serta open itu berlangsung singkat, tak lebih dari 15 menit. Padahal pada lomba maskoki lainnya, babak puncak bisa berlangsung di atas 1 jam. Harap mafhum, sejak turun di kelasnya, oranda jumbo itu sudah mencuri hati para juri lewat penampilan memikatnya. “Kepala dan fin (sirip, red) seimbang dan eye catching dengan warna merah-putih solid,” tambah Wiryadi.
Ranchu jumbo yang diharapkan bisa bersaing, tidak menunjukkan kemampuan maksimal. Secara keseluruhan penampilan maskoki milik Budi Sragen dari Solo, Jawa Tengah, itu di atas oranda. Gaya renangnya aktif ditunjang postur tegap tak kalah dibandingkan GC. Satu-satunya nilai minus, hanya ukuran tubuh ranchu yang belum sebesar GC yang panjang tubuhnya di atas 25 cm.
Meriah
Di kategori senior, ranchu milik Ever Tagoli dari Bandung mengukuhkan diri sebagai GC. Maskoki berumur 9 bulan yang didatangkan dari Bangkok, Thailand, itu sulit dibendung lawan-lawannya. “Di Thailand sendiri ikan ini termasuk yang istimewa,” ujar Ever. Rival terberatnya, juga milik Ever tidak mampu menyuguhkan keistimewaannya: aktif berenang. “Sepertinya agak drop fisiknya,” tambah Ever.
Distribusi gelar juara pada lomba yang diselenggarakan pada 26 – 27 Februari 2011 di Kopo Square Bandung itu tidak berpusat pada maskoki milik hobiis di Bandung. Beberapa hobiis luar kota seperti Solo, Depok, dan Jakarta juga menjadi kampiun di berbagai kategori mulai jumbo, senior, junior, dan open.
Salah satu peserta luar kota yang bersinar adalah Budi Sragen. Budi memboyong tujuh gelar juara pertama lewat kemenangan maskokinya yang bertarung di kelas open side view junior, ranchu jumbo, ryukin jumbo, dan oranda junior. Jejak Budi diikuti Dani dari Limas Farm di Jakarta, meski hanya menyabet 2 gelar kampiun di kategori ranchu baby dan breeder all variant.
Menurut Setiawan, ketua lomba, pada kontes di Bandung itu persaingan antarmaskoki berlangsung ketat untuk semua kelas. “Rata-rata setiap kelas diikuti lebih dari 8 ikan,“ katanya. Total jumlah ikan yang bertanding mencapai 154 ekor di 6 kategori lomba yang masing-masing terdiri atas 4 kelas, yakni baby, junior, senior, dan jumbo.
Secara kualitas, banyak maskoki lokal mulai unjuk gigi. Menurut Raymond dari Diamond Aquatic di Depok, Jawa Barat, banyak peternak dan hobiis di berbagai kota telah sukses mencetak maskoki lokal berkualitas tinggi. “Ini bukti bahwa maskoki kita tidak kalah dengan produksi luar negeri,” katanya (Dian Adijaya S).
