Sunday, January 25, 2026

Kampiun Adu Elok

Rekomendasi
- Advertisement -

Penggemar ikan hias menikmati keelokan koi, arwana, dan cupang yang beradu bagus di kontes.

Kohaku milik Agustiono Kusumadi asal Kudus, Jawa Tengah, meraih gelar grand champion.
Kohaku milik Agustiono Kusumadi asal Kudus, Jawa Tengah, meraih gelar grand champion.

Koi milik Agustiono Kusumadi asal Kudus, Jawa Tengah, menyandang gelar grand champion 6TH Blitar Young Koi Show 2016. Kepalanya sedikit kecil, membesar di tengah, lalu semakin ramping ke arah ekor. Kohaku berukuran 48 cm itu tampak begitu elok. Apalagi corak merah dan putih yang membalut tubuhnya sangat cerah dan serasi. Keistimewaan itu didukung dengan batas warna yang tegas.

Penganugerahan gelar grand champion dilakukan usai penilaian pada kelompok ikan berukuran 46—50 cm di setiap jenis. Juri lantas menentukan ikan yang layak menempati posisi juara pertama sampai kelima. Selanjutnya mereka mengadu kembali ikan yang menempati posisi pertama itu untuk menentukan peraih gelar grand champion. Para juri yang terdiri atas Suwira Susanto, Andi Suryadi, Soegeng Tjahyono, Hendro Gumulia, Reza Teguh Rianto, dan Gatut Nugraha menilai kembali semua ikan juara pertama.

Ketat

Suasana kontes arwana di Pontianak, Kalimantan Barat.
Suasana kontes arwana di Pontianak, Kalimantan Barat.

Gatut Nugraha menuturkan seluruh ikan bersaing ketat lantaran sama-sama berkualitas mumpuni. Itu sebabnya penjurian berlangsung hingga 5 jam. Kohaku milik Agustiono Kusumadi layak memperoleh gelar grand champion sebab memenuhi penilaian utama meliputi bentuk tubuh, warna, dan pola. “Proporsi tubuh ikan sangat pas, tidak kurus, tidak pendek, dan macho,” ujarnya. Selain itu ikan juga sehat, energik, dan tidak cacat.

Agustiono Kusumadi, sang pemilik grand champion, sangat puas dengan prestasi itu. “Ikan sedang berada pada kondisi paling prima,” ujarnya. Lagi pula ia memang telaten merawat ikan berumur 2 tahun itu. Lewat tangan Muhammad Rahmat, pemilik Twin Koi yang membawa klangenannya, Agustiono memberikan perlakuan terbaik. Ia memperhatikan kualitas air dengan menjaga suhu dan kandungan mineral kolam.

Arwana milik Don Jirong pemegang gelar grand champion.
Arwana milik Don Jirong pemegang gelar grand champion.

Agustiono menempatkan koi itu di kolam bervolume 25 ton dengan suhu 22 —230C. Sementara kandungan mineral sekitar 160 ppm. Ia selalu mengontrol pergantian air setiap 24 jam. Dua pekan sebelum kontes, ia memberikan pakan khusus bagi ikan kualitas kontes. Dosisnya 4—5 gelas akua setiap hari. “Pakan kualitas kontes mampu mendongkrak bobot ikan tanpa merusak kecerahan warnanya,” ujar Rahmat.

Shusui milik Agustiono Kusumadi asal Kudus, Jawa Tengah, meraih gelar anggrek grand champion.
Shusui milik Agustiono Kusumadi asal Kudus, Jawa Tengah, meraih gelar anggrek grand champion.

Kontes bagus-bagusan koi yang dimotori oleh Blitar Koi Club itu juga memperebutkan gelar bergengsi lain seperti anggrek grand champion, melati grand champion, dan juara umum. Rangkaian acara yang digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada 29 April sampai 1 Mei 2016 itu berlangsung meriah. Maklum, Blitar merupakan sentra koi terbaik di Indonesia. Total peserta 748 koi milik 237 pehobi dari 35 kota.

Ketua panitia, Sugeng Edy Santoso, mengapresiasi antusiasme pehobi yang sangat tinggi itu. “Sejatinya kami hanya menargetkan 500 ikan, tetapi jumlah ikan yang datang ternyata melampaui target,” ujarnya. Mereka hadir untuk memperebutkan gelar ikan terbaik. Sugeng menuturkan nyaris seluruh ikan yang sedang beradu molek itu memiliki kualitas mumpuni.

Agustiono Kusumadi diwakili oleh Kadir “Twin Koi” (memegang dua trofi) berfoto bersama juri, ketua APKI, dan ketua Blitar Koi Club.
Agustiono Kusumadi diwakili oleh Kadir “Twin Koi” (memegang dua trofi) berfoto bersama juri, ketua APKI, dan ketua Blitar Koi Club.

Keseruan acara mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Pencinta Koi Indonesia (APKI) dan pemerintah setempat. Ketua umum APKI, Sugiarto Budiono, menuturkan Blitar merupakan sentra koi Indonesia yang harus dipertahankan. Apalagi Blitar Koi Club memasuki usia kedewasaan yakni 16 tahun. Menurut Sugiarto Blitar Koi Club harus mempererat persatuan untuk menciptakan sebuah gerakan yang maju bagi dunia koi.

Kontes internasional

Sebelumnya, kemeriahan lomba juga mewarnai Pontianak Convention Centre, pada 8—10 April 2016. Di sana Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, menggelar kontes internasional adu cantik arwana dalam rangkaian Kegiatan Pameran Ikan Hias dan Aquascape Kalimantan Barat dan Kontes Siluk dan Cupang 2016.

Arwana milik Don Jirong pemegang gelar grand champion.
Arwana milik Don Jirong pemegang gelar grand champion.

Acara itu dihadiri oleh ratusan pelaku usaha industri perikanan, penangkar, dan pehobi arwana di dalam dan luar negeri. Lomba yang digelar pun berlangsung semarak. Catatan panita menunjukkan ada 120 peserta dari berbagai negara yang turun arena lomba. Juri profesional antara lain antara lain Yoshihiko Machino, Dato Seri Teo Tsoon Yong, Rulli Darmawan, Hendri Leong, dan Walujan Tjhin menilai peserta.

Panitia mengelompokkan peserta dalam 5 kategori yakni besar (large), medium, kecil, ekstrakecil, dan unik. Tim juri menabalkan arwana kebanggaan Don Jirong dengan nomor akuarium A-23 sebagai pemegang gelar grand champion. Adapun ikan dan arwana milik Chikana Kakuda dengan nomor akuarium B-16 sebagai peraih gelar young champion. Acara juga dimeriahkan dengan pagelaran kontes Duta Arwana 2016. Lyvia Ivani berhasil lolos dengan predikat 1st champion pada kontes yang diikuti oleh 15 peserta itu. (Andari Titisari)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img