Kandungan flavonoid dan mineral dalam buah naga mampu menurunkan asam urat.

Makanan kegemaran Maria Andjarwati saat senggang adalah emping melinjo dan tempe goreng. Perempuan 67 tahun itu acap kali mengemil dengan kudapan emping. Celakanya konsumsi camilan gurih itu berlebihan dan relatif sering. Kebiasaan itu memicu kadar asam urat dalam darah. Penderitaan itu tak sepadan dengan kelezatan emping melinjo.
Hasil pemeriksakan menunjukkan, kadar asam urat melonjak hingga 11,7 mg/dl. Padahal, kadar normal untuk wanita dewasa kurang dari 6 mg/dl. Pantas saja ia sulit menggerakkan persendian. Menggerakkan sendi memang hal sulit ketika asam urat menyerang. Itu akibat penumpukan purin di persendian sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, dan radang.
Buah naga
Menurut dr Guntur Heri Putranto, “Pada gejala berat asam urat, menyebabkan sendi tidak dapat bergerak.” Dokter di Rumahsakit Tentara dr Soedjono Magelang, Jawa Tengah, itu mengatakan, asam urat berasal dari zat purin yang terdapat dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Tubuh mengubah purin menjadi asam urat yang berbentuk kristal putih, tidak berbau tidak berasa, dan susah larut dalam air.

Dalam kondisi normal tubuh mengeluarkan kristal itu melalui ginjal ke dalam urine. Namun, bila terdapat kristal secara berlebihan maka tubuh menyimpan kristal asam urat di dalam sendi. Itu memicu nyeri bukan kepalang hingga sulit menggerakkan persendian. Untuk mengatasi penderitaan akibat asam urat, Maria Andjarwati rutin mengonsumsi buah naga setiap pagi sebelum makan.
Ia memanfaatkan buah naga sekadar coba-coba. Maria Andjarwati memilih buah naga berkulit merah dan berdaging putih karena rasanya yang manis segar dan mudah dimakan. Untuk mengonsumsi buah itu ia mengupas dan memotong-motong daging buah. Ibu 2 anak itu lalu mengonsumsi potongan daging buah naga saat perut kosong atau 30 menit sebelum sarapan. Frekuensi konsumsi 1 kali sehari.
Selain konsumsi daging buahnya, Andjarwati juga memblender kulit buah dan menambahkan sedikit air. Herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, itu kemudian meminum perasan air kulit buah naga. Setelah 3 kali konsumsi ia kembali memeriksakan kadar asam urat ke dokter. Hasilnya kadar asam urut normal, yaitu 4,1 mg/dl.
Riset ilmiah
Salah satu cara enak untuk mengatasi kristal asam urat itu dengan rutin mengonsumsi buah naga Hylocereus undatus. Buah kerabat kaktus itu terbukti secara ilmiah mengatasi asam urat sebagaimana hasil penelitian Devina Ingrid Anggraini. Peneliti dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas MH Thamrin itu menemukan kandungan buah naga berupa mineral Ca2+, Mg 2+ dan flavonoid yang mampu menurunkan kadar asam urat.
Penelitian itu menggunakan larutan asam urat 11 mg/dl. Anggraini menimbang 55,00 mg kristal asam urat, memasukkan ke labu takar 500 ml, dan menambahkan akuades hingga setengahnya. Ia melarutkan dan memanaskan pada suhu 600C. Didinginkan hingga suhu kamar, dan tambah akuades sampai tanda 500 mL. Diperoleh larutan asam urat dengan konsentrasi 11 mg/dL.
Dalam pengujian itu Anggrani menggunakan 6 perlakuan, yaitu kelompok kontrol menggunakan akuades, kelompok penambahan ekstrak dengan konsentrasi 150 mg, 200 mg, 250 mg, 300 mg, dan 350 mg per ml. Hasil pengujian membuktikan, secara keseluruhan tingkat penurunan persentase asam urat berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Semakin tinggi konsentrasi semakin besar persentase penurunan kadar asam urat.
Konsentrasi 350 mg buah naga per ml mempunyai persentase penurunan asam urat yang paling tinggi, yaitu 22,65% untuk metode infus dan 21,68 % pada metode maserasi. Anggraini memang menggunakan dua teknik ekstraksi, yakni infus dan maserasi. Keduanya terdapat perbedaan suhu sehingga memungkinkan jumlah zat aktif yang tersari dari buah naga pun berbeda.

Bandingkan dengan konsetrasi 200 mg yang hanya menurunkan kadar asam urat hanya 18,59 — 19,80 %. Anggraini menduga adanya mineral dan flavonoid yang ikut terlarut dalam sediaan ekstak buah naga. Penurunan kadar asam urat diduga karena terjadinya ionisasi setelah penambahan ekstrak buah naga. Asam urat yang terion berikatan dengan ion-ion mineral membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.
Sejak menderita asam urat beberapa tahun lampau, Maria Andjarwati mengurangi konsumsi emping melinjo. Mengontrol konsumsi pangan kaya purin memang manjur mengendalikan asam urat. Selain emping melinjo, terdapat beragam pangan yang memicu asam urat. Guntur menuturkan makanan tinggi purin antara lain otak, telur ikan, dan remis. Sementara makanan cukup tinggi purin meliputi daging unggas, kerang-kerangan, dan kacang-kacangan.
Hingga kini Maria Andjarwati tak pernah menderita asam urat lagi. Sekarang kepada para pasien asam urat Maria Andjarwati meresepkan buah naga. Harap maklum citarasa buah anggota famili Cactaceae itu memang lezat. Selain buah naga Andjarwati juga meresepkan rimpang temumangga untuk menormalkan asam urat. Ia menyarankan untuk menyeduh 2 sendok makan temumangga kemudian dikonsumsi sebelum makan. Tiga puluh menit sebelum makan adalah waktu paling baik, karena kondisi pencernakan masih kosong sehingga penyerapan lebih maksimal. (Muhammad Awaluddin)
