Gondewa Happy Chester membawa kebahagiaan karena meamenangi Propaganda Cat Show.

Juri memberikan roset bertuliskan “1st Best Kitten Junior” di depan Gondewa Happy Chester. Kucing bengal koleksi Akbari Wahyu Febrian itu menjadi yang terbaik di kelas kitten junior menyisihkan 7 kucing finalis lain. “Semuanya memiliki penampilan bagus. Itu menunjukkan pemilik merawat bengal dengan baik dan disiplin, tetapi harus ada yang menjadi kucing paling istimewa dalam sebuah ajang cat show,” ujar Ratih S Umiyati, juri bersertifikat intenasional FIFE dari Jawa Timur.
Ratih mengatakan, keistimewaan Gondewa bertubuh proporsional sesuai standar kualitas juara, yaitu otot kuat, bentuk bagian kepala yang pas pada bentuk rahang, dan hidung tidak pesek. Selain itu kucing memiliki gerakannya aktif dan motif bulu yang bagus, yaitu pembatas warna corak yang tegas. Gondewa hasil tangkaran lokal. “Gondewa baru sekali saya turunkan dalam kontes dan langsung keluar jadi pemenang,” ujar Akbari semringah.
Sabun bayi

Akbari merawat kucing 5 bulan hasil tangkaran sendiri itu. Pria berusia 36 tahun itu memberi pakan dan vitamin penjaga stamina. Perawatan rutin atau grooming—antara lain mandi, menyisir bulu, membersihkan telinga—dua kali sepekan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bulu. Akbari melakukannya sendiri. Tidak ada perbedaan perlakuan khusus yang mencolok antara perawatan harian dan menjelang kontes.
Perlakuan spesial pada pemenuhan nutrisi dan perawatan bulu. Biasanya ia memberi pakan catfood basah lebih kering supaya nafsu makan bertambah. Itu penting untuk membentuk penampilan dan mencapai bentuk tubuh ideal. Untuk merawat bulu dengan memberi tambahan vitamin dalam pakan, untuk perbaikan dari dalam tubuh. Selain itu, pemilik harus rutin memandikan dengan sampo khusus supaya bulu terlihat mengilap.

Zoom Strawberry of Poffertjes milik Francisca dari Kota Depok, Jawa Barat, menjadi yang terbaik di kelas adult sphynx. Juri mengganjar predikat pemenang pada Zoom dengan menyingkirkan para pesaing lantaran penampilannya yang prima. “Telinganya besar, matanya sehat dan besar, bentuk mukanya tidak terlalu mancung, dan yang paling penting kulitnya sehat,” ujar Ratih.
Kucing tanpa bulu itu menunjukkan kualitas sebagai unggulan. Menurut Francisca, Zoom yang kini berumur 5 bulan mengikuti berbagai kontes sejak masih kitten. Pantas jika mental juara tertanam kuat. Merawat kucing tanpa bulu seperti sphynx membutuhkan keseriusan dan perhatian khusus. Pehobi harus menjaga kesehatan kulit karena itu yang pertama terlihat saat menilai penampilannya.
Francisca merawat kulit klangenannya itu dengan mengelap menggunakan air hangat. Ia lalu mengeringkan tubuh kucing dengan handuk dan menaburkan bedak bayi ke seluruh permukaan kulit kucing. Tujuannya supaya kelembapan kulit terjaga dan mencegah penyakit kulit. Zoom juga mandi dengan sabun bayi sekali sepekan. Penggunaan sabun bayi mengandung zat pembersih yang lembut dan cocok untuk kulit sphynx yang peka terhadap senyawa kimia.
Agenda tetap
Menjelang kontes, Francisca menjaga sphynx dari gigitan serangga seperti nyamuk. “Gigitan serangga yang kecil pun akan langsung tampak nyata pada kulit. Itu dapat menurunkan nilai dari juri karena performa yang buruk akibat kesalahan selama perawatan,” ujar pemilik Poffertjes Cattery itu. Jika pehobi memiliki beberapa jenis kucing, isolasi sphynx untuk menghindari lecet atau luka akibat cakaran saat mereka bermain.

Kiat lain menjelang kontes, meningkatkan frekuensi mandi menjadi 3 hari sekali, semula sekali sepekan. Perempuan yang berprofesi sebagai desainer interior itu juga memberikan catfood tanpa vitamin atau zat yang dapat melebatkan bulu. Sementara itu, menurut Presiden Indonesian Cat Association (ICA), Russy Idroes, terdapat tiga cat show yang menjadi agenda tetap, antara lain Propaganda Cat Show.
Acara itu berlangsung pada 28 Agustus 2016 di Kota Tangerang Selatan, Banten, diikuti oleh 120 konteskan. ICA organisasi pencinta kucing yang diakui pemerintah dengan 30 cabang yang tersebar di 30 daerah tingkat dua. Lomba terbagi dalam dua kelompok besar, yakni kelompok kucing lokal atau nonpedigree dan kategori pedigree atau biasanya kucing-kucing yang mengantongi lisensi.
Kelas pedigree jauh lebih menantang karena penilaiannya relatif lengkap meliputi kesehatan dan anatomi kucing. “Untuk kategori pedigree penilaiannya meliputi kesehatan kucing, kebersihan, struktur pola atau rangka tubuh, pola warna, kehalusan bulu, bentuk mata, jarak telinga, dan bentuk lingkar kepala,” ujar Russy Idroes yang juga menjadi juri Propaganda Cat Show. (Muhammad Hernawan Nugroho)
