Sunday, January 25, 2026

Ekshibisi International Ikan Hias Nusantara

Rekomendasi
- Advertisement -

Jelang Nusatic 2016

565_-141-6
Poster ekshibisi ikan hias berskala international.

Indonesia gudangnya sumber daya hayati karena karena melimpah dan beragamnya jenis flora dan fauna, termasuk kekayaan akuatik berupa ikan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2015 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara pengekspor ikan hias urutan ke-4 dunia. Kondisi itu cukup membanggakan, tetapi masih jauh di bawah Singapura sebagai eksportir nomor 1 dunia yang memasok 70% kebutuhan ikan hias dunia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai representasi pemerintah dan seluruh komunitas dan pelaku usaha bidang perikanan, mendorong pengembangan bisnis ikan hias antara lain menggagas suatu pameran bersama tingkat internasional. Sejatinya KKP beberapa kali menyelenggarakan perhelatan internasional. Namun, dalam realisasinya belum semua masyarakat komunitas ikan hias dapat terlibat.

Komunitas ikan hias
Selama ini kendala utama dalam penyelenggaraan pameran berkelas internasional adalah  persoalan dana  dan koordinasi antarkomunitas. Persamaan visi dan misi di antara para pelaku dan komunitas sering kali sulit tercapai. Namun, sejak berbagai pihak upaya pendekatan dan menjalin komunikasi kepada berbagai untuk mengajak pameran bersama sudah dilakukan sejak 2014. Realisasinya berupa gelaran 1st Jakarta Ornamental Fish Festival (JOFF) pada Februari 2015 dan dilanjutkan 2nd JOFF pada Februari 2016.

Langkah itu terus berlanjut dalam pertemuan-pertemuan dengan Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI) dan komunitas ikan hias. Upaya itu mendapat dukungan dari Michael Widjaja dari PT Sinarmasland, pengelola Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Banten. Michael pehobi dan kolektor berbagai macam ikan hias. Antarkomunitas ikan hias akhirnya sepakat pada Juni 2016 untuk menyelenggarakan Nusatic, Nusantara Aquatic. Yaitu sebuah ajang ekshibisi ikan hias Nusantara berskala International.

Kini 10 komunitas bergabung dalam Nusatic, yaitu arwana, cupang, diskus, guppy, koi, koki, lou han, ikan killi, akuaskap, dan ikan hias laut. Gabungan berbagai komunitas itu kemudian berinisiatif untuk menyelenggarakan dan menyatukan 9 kontes  bersama tingkat  nasional dan internasional pada 16—18 Desember 2016 di Indonesia Convention Exhibtion (ICE), Bumi Serpong Damai.

Sugiarto Budiono.
Sugiarto Budiono.

Nusatic diharapkan dapat berjajar dengan acara internasional serupa yang berlangsung sebelumnya di negara tetangga yaitu Aquarama. Selama ini Aquarama menjadi barometer perkembangan tren dan bisnis ikan hias dunia. Nusatic bercita-cita menjadi barometer alternatif dengan kualitas yang tidak kalah baiknya. Penyelenggara ekshibisi berusaha membuat perhelatan pertama itu sebagai yang terbesar di Indonesia dan dunia.

Suksesnya acara itu memerlukan dukungan dari seluruh pencinta ikan hias, tanaman akuatik, dan seluruh pelaku usaha baik ikan maupun prasarana penunjangnya. Mereka harus menyatukan potensi dalam mewujudkan Indonesia menjadi pengekspor ikan hias nomor satu di dunia. Untuk menunjang cara itu panitia juga menerbitkan majalah ikan hias Nusatic yang terbit perdana pada acara itu. (Sugiarto Budiono, ketua Panitia Nusatic 2016))

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img