Sunday, January 25, 2026

Minim Biji Juga Manis

Rekomendasi
- Advertisement -
Pamindo agrihorti pamelo baru hasil penyinaran gamma.
Pamindo agrihorti pamelo baru hasil penyinaran gamma.

Pamindo agrihorti pamelo anyar yang produktif, bercita rasa manis, sedikit biji, dan kaya vitamin C.

Sekilas pamelo di Kebun Percobaan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, itu sama saja dengan jeruk sejenis. Warna daging buah pun merah. Bedanya jeruk besar itu berisi 0—11 biji. Lazimnya pamelo berbiji banyak, bahkan mencapai lebih dari 100 biji per buah. Biji banyak salah satu kelemahan pamelo karena kadang merepotkan saat dikonsumsi.

Oleh karena itu, karakter jeruk tanpa biji (seedless) atau berbiji sedikit idaman konsumen jeruk untuk pasar buah segar. Citrus maxima minim biji itu adalah pamindo agrihorti, pamelo baru kreasi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu, Jawa Timur. Pamindo agrihorti berjuring 10—14 per buah dan daging buah bertekstur lembut.

Produktivitas tinggi
Saat dicecap cita rasa manis berpadu masam begitu menyegarkan. Tingkat kemanisan 8—10,6° briks, kadar air 88,94—91,04%, dan kadar asam 0,77—7,68%. Pamindo agrihorti juga menyehatkan karena mengandung 34,4—58,02 mg vitamin C per 100 g daging buah. Ketebalan kulit buah 1,72—3,09 cm sehingga persentase bagian buah yang dapat dimakan (edible portion) 50—73%.

Buah pamelo anyar itu berukuran sedang hingga besar berbobot 660—1.470 g. Kelebihan lain pamindo agrihorti yaitu berproduktivitas tinggi 66,63—84,66 kg per tahun dan berbuah sepanjang tahun. Jumlah buah juga lebat 65—79 buah per tanaman. Selain itu, pamindo agrihorti berdaya simpan lama karena tetap awet 6—8 pekan pascapanen jika disimpan pada suhu 28°C.

Pamindo agrihorti berbiji sedikit.
Pamindo agrihorti berbiji sedikit.

Dengan beragam keunggulan itu, pada 2016 Kementerian Pertanian Republik Indonesia melepas jeruk pamelo unggul baru itu dengan Surat Keputusan nomor 017/KPTS/SR.120/D.2.7/2/2016. Sejatinya pamindo agrihorti “anak kandung” pamelo varietas nambangan yang juga jeruk unggul nasional berdasarkan Surat Keputusan Nomor 496/kpts/TP.240/10/2000.

Pemilihan nambangan sebagai induk karena memiliki masa simpan buah panjang dan potensial tanpa biji . Tim peneliti menggunakan pohon induk nambangan koleksi Rumah Kasa Kebun Percobaan Balitjestro di Punten, Kotamadya Batu, Jawa Timur. Selanjutnya tim periset memprogram pohon induk itu untuk menghasilkan varietas pamelo unggul baru dengan metode induksi mutasi.

Metode itu menggunakan ranting yang memiliki mata tunas aktif dari pohon induk sehat yang diisolasi. Tim peneliti kemudian mengelompokkan ranting itu berdasarkan diameter dan memotongnya sepanjang 20 cm. Kumpulan mata tunas itulah cikal-bakal pamindo agrihorti. Pada 2003 tim peneliti meradiasi mata tunas itu dengan sinar gama menggunakan mesin gamma cell.

Radiasi berlangsung di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi (P3TIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Dosisnya 20 grays, 40 grays, 60 grays, dan 80 grays. Tim periset mengokulaiskan mata tunas terradiasi pada batang bawah jeruk japanche citroen (JC) dan membudidayakan tanaman itu (tanaman Mo) di Kebun Percobaan Tlekung berketinggian tempat 950 meter di atas permukaan laut (m dpl).

Biji sedikit

Pamindo agrihorti jeruk pamelo unggul baru berdaya simpan 6—8 pekan pascapanen.
Pamindo agrihorti jeruk pamelo unggul baru berdaya simpan 6—8 pekan pascapanen.

Pada 2005—2006 tim peneliti menyeleksi dan mengokulasi ranting M0 yang buahnya tanpa atau minim biji dengan batang bawah jeruk JC untuk menghasilkan M1. Jeruk M1 ditanam di Kebun Percobaan Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, berelevasi 2—5 m dpl untuk mendapatkan kondisi ideal. Cabang penghasil buah nirbiji secara konsisten menjadi pohon induk nirbiji dan cabang potensial nirbiji.

Mata tunas cabang stabil nirbiji diokulasikan lagi dengan batang bawah JC menjadi M2 yang digunakan sebagai pohon induk nambangan nirbiji atau varietas baru pamindo agrihorti. Perbedaan paling mencolok antara pamindo agrihorti dan tetuanya yaitu pada bentuk buah. Buah pamelo pamindo agrihorti berbentuk pyriform, sedangkan pamelo nambangan berbentuk obloid.

Dari segi fisik, tanaman pamelo unggul itu bertajuk indah berbentuk elipsoid—oblate atau menyerupai payung. Warna permukaan atas daun hijau, sedangkan permukaan bawah daun hijau muda. Warna kelopak bunga hijau, mahkota putih, serta kepala putik dan benang sari kuning. Bentuk buah pyriform berdiameter 12,9—17,29 cm. Pamindo agrihorti hanya memiliki 5,28 biji, sedangkan nambangan rata-rata 42,51 biji per buah.

Pamelo baru itu menghendaki lokasi tumbuh ketinggian 400 mdpl dengan suhu 22°C—33°C. Selain itu, pamindo agrihorti menghendaki lahan yang terbuka alias bebas dari naungan. Dari segi fisik tanah, pamindo agrihorti cocok di lapisan tanah dalam lebih dari 75 cm, tidak berpadas, tekstur berpasir sampai lempung berliat. Paling optimal di tanah berpasir atau lempung berpasir dengan pH optimum di angka 6—7.

571_ 84Untuk curah hujan 1.500—2.500 mm per tahun dengan bulan kering kurang dari 60 mm antara 3—4 bulan berturut-turut. Jika periode bulan kering terlalu singkat, maka bunga yang dihasilkan sedikit. Pamelo itu berbuah perdana 3,5—4 tahun pascatanam. Agar berproduksi maksimal pekebun mesti melakukan beberapa hal seperti pemupukkan, pengendalian hama, dan pemangkasan.

Sumber nutrisi tanaman, berupa pupuk kandang dan pupuk kimia (lihat tabel). Untuk pengendalian hama kutu sisik dan kutu putih bisa semprotkan insektisida berbahan aktif dikofol, dinobuton, sipermetrin, dan karbosulfan dengan dosis sesuai kemasan. Khusus serangan lalat buah, kendalikan dengan insektisida berbahan aktif spinosad atau perangkap yang mengandung methyl eugenol.

Pekebun pameli perlu memangkas ketika tanaman terlalu rimbun. Pemangkasan meliputi pemangkasan tunas air, ranting kering, atau yang terserang penyakit, dan tangkai buah jeruk yang sudah dipanen. Dengan perawatan intensif, pamindo agrihorti makin menyemarakkan dunia pamelo tanahair. (Dr Chaireni Martasari SP, MSi dan Baiq Dina Mariana, MSc, peneliti jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Kota Batu, Jawa Timur)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img