Tuesday, January 27, 2026

Kuping Gajah Gres

Rekomendasi
- Advertisement -
Anthurium silangan baru, induk kuping gajah jenis kalong dan anthurium corong. (Foto-foto: Imam Wiguna dan koleksi Aripin Saputra)

Varian-varian baru kuping gajah tampil seronok.

Trubus — Kuping gajah koleksi Aripin Saputra itu tergolong unik. Daun kuping gajah yang lazimnya mulus seolah berkerut-kerut. Pekebun tanaman hias di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu menuturkan kuping gajah koleksinya hasil perkawinan silang antara kuping gajah jenis kalong dengan anthurium sirih Anthurium radicans. Menurut Aripin karakter daun berkerut itu warisan anthurium sirih.

Hasil silangan antara kuping gajah dan anthurium sirih.

Para pehobi menyebut tanaman anggota famili Araceae itu sirih karena tekstur daunnya yang mirip daun sirih Piper betle. Meski demikian karakter kuping gajah masih terlihat dari pola tulang daun yang berwarna putih. Adapun bentuk daun kuping gajah hibrida itu menyerupai karakter kedua induknya. Ciri khas kuping gajah kalong berbentuk hati yang cenderung memanjang, begitu juga dengan anthurium sirih.

Varian tarantula

Keturunan anthurium MBR dan mangkuk silver.

Harga jual kuping gajah kalong turut terdongkrak, yakni mencapai Rp7 juta per tanaman meski baru berdaun 6 lembar. Padahal, harga kuping gajah kalong normal berdaun 4 lembar kurang dari Rp50.000 per tanaman. Aripin masih menyimpan kuping gajah hibrida lain yang tak kalah unik. Tanaman itu hasil perkawinan silang antara kuping gajah jenis tarantula dan anthurium corong.

Ciri khas tarantula bentuk daun mirip hati yang agak memanjang dan berujung lancip. Adapun ciri khas anthurium corong daunnya berbentuk menyerupai hati yang hampir membentuk segitiga. Pada bagian pangkal daun menekuk sehingga daun tampak membentuk corong. Itulah sebabnya para pehobi anthurium menyematkan nama corong pada anthurium yang nama spesiesnya belum diketahui itu.

Perkawinan silang itu menghasilkan kuping gajah berkarakter berbeda dengan kedua induk. Corak tulang daun tak lagi setegas induk kuping gajah tarantula. Corak tulang daun tampak lebih halus. Namun, bentuk daun menyerupai anthurium corong. Di bagian pangkal daun terlihat menekuk meski tak sedalam daun corong.
Aripin juga mengoleksi kuping gajah tarantula hasil perkawinan dengan sesamanya. Hasil perkawinan itu melahirkan tanaman mutasi yang unik. Bentuk daun menjadi lebih kecil. Corak tulang daun yang semula tampak tegas seolah memudar. Batang daun juga lebih pendek sehingga membuat sosok tanaman lebih roset. Aripin menuturkan, kini banyak pekebun tanaman hias yang aktif mengawinsilangkan kuping gajah.

Tanaman mutasi hasil silangan sesama anthurium tarantula.

“Diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak varian kuping gajah yang berkarakter unik,” ujarnya. Rendi Aldiansyah di Bogor, misalnya, mengawinsilangkan kuping gajah MBR dan mangkuk silver. MBR singkatan dari Mang Barna, nama penyilang kuping gajah asal Ciapus, Kabupaten Bogor. Daun MBR berbentuk hati dan cenderung bundar. Dari pangkal daun tampak begelombang. Tulang daunnya lebih menonjol sehingga tanaman tampak lebih kekar.

Lebih besar

Hasil silangan MBR dan dorayaki.

Anthurium mangkuk silver sejatinya adalah varian dari kuping gajah jenis silver. Disebut demikian karena warna tulang daun yang berwarna keperakan dan lebih lebar dibandingkan dengan kuping gajah jenis lain. Penambahan nama mangkuk karena bentuk daun melengkung sehingga tampak seperti mangkuk. Hasil persilangan kedua jenis kuping gajah itu melahirkan beberapa varian baru. Aldiansyah memberi nama rendi series.

Sebagian besar varian yang dihasilkan memiliki bentuk daun dan corak tulang mirip mangkuk silver. Namun, corak tulang daun menjadi lebih ramping, tapi tetap tampak lebih tegas. Ada juga Irru Acn yang mengawinsilangkan kuping gajah MBR dan jenis dorayaki—sedang naik daun sehingga berharga premium. Pehobi menyukai kuping gajah dorayaki lantaran berdaun bundar dan bagian tepinya menekuk sehingga seperti mangkuk.

Keunggulan lain daunnya berbatang pendek sehingga susunan daun tampak roset. Coraknya pun tampak memikat dengan guratan-guratan tulang daun berwarna perak berbentuk simetris. Tekstur daunnya juga tebal sehingga tampak kokoh. “Penampilan itulah yang membuat para pehobi tanaman hias banyak yang memburu dorayaki sehingga harganya makin mahal,” tutur Aripin. Persilangan itu menghasilkan beberapa varian kuping gajah yang berkarakter daun mirip dorayaki, tapi berukuran daun lebih lebar. (Imam Wiguna)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img