Thursday, January 29, 2026

Hara Mikro Harus Ada

Rekomendasi
- Advertisement -

Kebutuhan hara mikro bagi kelapa sawit relatif kecil. Namun, keberadaannya memengaruhi produktivitas kelapa sawit.

Produktivitas kelapa sawit juga dipengaruhi oleh unsur hara mikro.

Trubus — Unsur hara mikro bagi tanaman ibarat vitamin bagi manusia. Kebutuhannya kecil, tetapi perannya amat penting. “Pemberiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan jenis tanah,” kata Product Development Marketing PT Wilmar Chemical Indonesia, Ramdhani, S.P. Sebagai gambaran, kebutuhan unsur boron bagi kelapa sawit di lahan gambut 10—40 gram per tanaman produktif. Adapun kelapa sawit di tanah mineral hanya membutuhankan 10—20 gram per tanaman.

Frekuensi pemberiannya pun cukup sekali setahun. Beberapa unsur hara mikro penting adalah boron (B), seng (Zn), tembaga (Cu), dan besi (Fe). Setiap unsur mikro itu berperan masing-masing yang menyokong produktivitas tanaman kerabat pinang itu (lihat ilustrasi: Hara Mikro Hasil Makro). Ahli kelapa sawit di Jakarta, Dr. Ir. Witjaksana Darmosarkoro, menuturkan, setiap panen sebuah tandan buah segar mengandung boron 15 ppm.

Hara terangkut

Kandungan boron dalam tanah “terangkut” tandan buah segar setiap kali panen. Bayangkan, bila petani memetik 250 kg tandan per tanaman setara 30 ton per hektare per tahun. Unsur boron dalam tanah kian menipis. Ibarat orang lapar tidak tersedia makanan. Jika petani membiarkan lahan begitu saja, tanpa penambahan unsur mikro menyebabkan produksi turun signifikan. Oleh karena itu, petani kelapa sawit mesti memberikan unsur hara mikro secara periodik atau terjadwal.

Agronom produsen pupuk PT Wilmar Chemical Indonesia, Syaiful Bahri Panjaitan, S.P., M.Agric.Sc. menuturkan, unsur hara yang fundamental bagi kelapa sawit adalah boron. “Unsur boron bermanfaat untuk pembelahan sel,” kata Syaiful. Keruan saja jika unsur itu nihil, pertumbuhan tanaman anggota famili Arecaceae itu pun lambat. Dampak lain daun muda kelapa sawit menjadi keriting dan terdapat bercak putih.

Menurut periset di Balai Penelitian Tanaman Palma, Yulianus R. Matana, akibat defisiensi boron, selain daun membengkok juga mengalami keriting. Bahkan, pada defisiensi boron yang parah, buah kelapa sawit menjadi mandul dan berdampak pada penurunan produksi. Sementara itu periset di Universitas Riau, M. Ade Syahputra dan rekan menyatakan, unsur tembaga berperan dalam pembentukan klorofil tanaman.

Manfaat lain unsur hara mikro tembaga adalah fiksasi nitrogen secara simbiotis dan penyususnan lignin. Defisiensi tembaga mengakibatkan kelapa sawit Elaeis guineensis gagal berfotosintesis. Akibatnya produksi anjlok. Itu membuktikan bahwa unsur hara mikro amat penting untuk menunjang produktivitas tanaman asal Guinea itu. Oleh karena itu, pemberian unsur hara mikro sebuah kemestian.

Menurut Syaiful idealnya petani memberikan unsur hara mikro setiap setahun sekali. Di pasaran kini juga tersedia beragam pupuk mikro. Sekadar menyebut contoh pupuk yang mengandung boron adalah Borate produksi PT Wilmar Chemical Indonesia, Copper Sulfate (Cu), dan Zinc Sulfate (Zn). Frekuensi pemupukan hanya sekali per tahun, cukup dengan menaburkan di permukaan tanah dengan jarak 20—40 cm dari pangkal batang.

Ahli agronomi di Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Purnomo, MS. mengatakan, pemberian hara mikro sebaiknya bersamaan dengan hara makro. Contoh petani mencampur pemberian boron dan mangan, besi dan tembaga dengan pupuk N,P, dan K. Tujuannya untuk menghemat biaya pemupukan dan hara mikro dikembalikan ke dalam tanah. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img