Enam kuping gajah baru hasil silangan para petani.

Trubus — Kuping gajah king of clarinervium terkesan kuat dan tegas. Kuping gajah koleksi Dadeng Muslihat itu berurat daun putih tegas nan mencuat keluar. Lazimnya urat daun berwarna putih tipis dan tidak terlalu menonjol. Oleh karena itu, kuping gajah baru itu terbilang langka. Putih urat daun makin melebar ke daerah daun seiring bertambahnya umur tanaman. Daun tebal dan berwarna hijau gelap.
Penangkar di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu mendapatkan anakan king of clarinervium dari kerabatnya Febriadi Rahmatullah. Febriadi atau Abot memiliki tetua king of clarinervium berupa kuping gajah hibrida lokal. King of clarinervium kini naik daun di kalangan pehobi luar negeri. Para pehobi dari Jepang dan Thailand, misalnya, antre memesan kuping gajah baru itu di nurseri Dadeng. Mereka mengetahui keberadaan king of clarinervium dari media sosial Dadeng.
Makin mahal

Dadeng menuturkan, “King of clarinervium yang sudah besar hanya ada 10 tanaman di seluruh nurseri Ciapus. Kalau yang masih anakan ada 20 tanaman tetapi belum siap dilepas.” Tak tanggung-tanggung, Dadeng melepas king of clarinervium berumur 3—5 bulan terdiri atas 4—5 daun hingga Rp1 juta per tanaman. Makin besar umur tanaman, kian mahal harganya.
Selain bentuk, terdapat juga variasi corak daun berbeda di nurseri Suryadi. Uya—panggilan Suryadi—memiliki kuping gajah tarantula bercorak variegata. Kelir kuning dan putih di daun kuping gajah menjadi sumber daya tarik tanaman sehingga para pehobi memburunya. Harga kuping gajah tarantula variegata terdiri atas 5 daun saja mencapai Rp8 juta.

Adapun harga tanaman berumur 1 tahun mencapai Rp20 juta. Pehobi luar negeri banyak yang terkesan dengan keragaan kuping gajah yang melengkung ke atas mirip mangkuk. Variasi-variasi kuping gajah mangkuk membuat pehobi-pehobi dari Amerika Serikat dan Australia penasaran. Kuping gajah mangkuk koleksi Suryadi ada yang menonjol begitu kuat. Bentuknya mirip mangkuk sempurna.
Keperakan

Suryadi memberi nama kuping gajah mangkuk MBR ekstrem. MBR merupakan inisial pemulia yaitu Mang Barna. Lazimnya MBR tidak melengkung ekstrem seperti mangkuk, daun terhampar membentuk hati dan membulat. Ciri khas MBR tentu saja masih melekat. Tanaman MBR ekstrem merupakan produk mutasi sehingga hanya ada satu-satunya di nurseri Suryadi.
Kuping gajah MBR mutasi merupakan salah satu buah hati kuping gajah mangkuk silver betina dengan mangkuk hibrida jantan. Selain itu, Suryadi juga mengoleksi kuping gajah bernama ugo hasil silangan sendiri. Nama hibrida ugo berasal dari nama panggilan lain Suryadi. Kuping gajah itu berwarna hijau dominan keperakan pada daun. Bentuk daun hampir membulat. Hibrida ugo hasil persilangan kuping gajah silver dengan kuping gajah mangkuk silver.

Jenis hibrida baru lain adalah sulanjana—berasal dari nama penyilang Mang Jana. Sekilas tanaman kuping gajah mangkuk itu terlihat sama seperti jenis-jenis lainnya. Sedikit warna keemasan di daun lebar dan memanjang. Namun, tekstur daun berbeda. Daun kuping gajah mangkuk sulanjana terasa seperti beludru lantaran lapisan terluar daun tanaman yang mengandung struktur papila. (Tamara Yunike)
