Thursday, January 29, 2026

Jeruk Wangon Kembali Berjaya

Rekomendasi
- Advertisement -

Jeruk siam wangon pernah kondang dan berjaya lantaran manis dan bersosok prima. Saat dikupas, tampak daging berwarna jingga mencolok. Bila buah dibelah melintang terlihat 10—13 septa yang juicy dihiasi 1—2 biji. Sayang, popularitas siam wangon sempat surut lantaran bakteri CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang mengganas pada 1980-an. Ratusan pohon jeruk siam yang menjadi sumber pendapatan pekebun di Wangon disinggahi ribuan kutu loncat pembawa CVPD. Akibatnya daun dan tunas-tunas muda menjadi keriting, lambat laun kering dan tak mempersembahkan sebutir buah pun untuk dipanen.

Namun, kondisi mulai berubah sejak 2002. Di Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, siam kini mulai mudah ditemukan di kebun-kebun penduduk. Bibit asal okulasi mulai berbuah pada umur 2,5—3 tahun. Produksinya pun relatif tinggi: 10—14 kg per pohon pada tahun ke-3. Tahun ke-6—9, produksi mencapai 750—900 buah yang setara dengan 90—200 kg per pohon. Produksi bisa mencapai titik lebih bila perawatan intensif.

Pantas saat musim raya tiba pemandangan tajuk-tajuk siam yang keberatan digelayuti puluhan buah menjadi hal lumrah di kebun-kebun. Di luar panen raya, setiap saat buah dalam jumlah terbatas terus bermunculan. Buah relatif tahan simpan. Asal diletakkan di dalam wadah berlapis potongan kertas, kualitas bakal tetap terjaga selama 8—10 hari setelah petik. Transportasi jarak jauh pun tak jadi masalah.***

 

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img