Saturday, June 22, 2024

Tip Memilih Hewan Kurban yang Sehat Sempurna

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Penting untuk memilih hewan kurban yang sehat sempurna. Hal ini karena, daging hewan kurban akan dibagikan ke masyarakat untuk dikonsumsi.

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Nanung Danar Dono, Ph.D., memberikan tips untuk memilih hewan kurban. Salah satu di antaranya dengan mengamati fisik hewan, kuku kaki nampak sehat dan utuh, gerakan saat berjalan normal, tidak pincang.

“Jika hewan sakit, nampak dari nafsu makan hilang, malas berjalan, tubuh lemah,” kata Nanung, dilansir dari laman resmi Universitas Gadjah Mada.

Pada saat akan membeli hewan kurban, Nanung berpesan sebaiknya hindari membeli hewan kurban yang dipelihara di tempat pembuangan sampah karena besar kemungkinan ternak tersebut mengonsumsi limbah logam berat.

Selanjutnya satu hari sebelum proses penyembelihan, usahakan untuk mempuasakan ternak 12 jam sebelum disembelih agar ternak tidak beringas dan agresif sehingga penanganan jauh lebih mudah.

“Pemuasaan juga akan mengurangi isi rumen (perut) serta menyempurnakan proses konversi serabut otot dan pembuluh darah menjadi daging,” tutur Nanung.

Namun yang tidak kalah lebih penting, yakni menyiapkan seluruh perlengkapan penyembelihan dengan kesiapan sarana dan prasarana penyembelihan dengan mengasah pisau setajam mungkin.

Kemudian, proses penyembelihan dilakukan secara benar oleh jagal dengan memotong 3 saluran pada leher bagian depan yakni di bawah jakun, terdiri saluran nafas atau tenggorokan atau trakea, saluran makanan (kerongkongan/esofagus), dan pembuluh darah arteri karotis dan vena jugularis.

“Setelah itu, gantung ternak yg telah mati pada kedua kaki belakangnya. Pada proses pemotongan, jangan memotong-motong daging sambil merokok karena daging sangat peka terhadap bau, termasuk aroma tidak sedap asap rokok,” paparnya.

Hindari mencuci jeroan di sungai karena pada umumnya sungai di wilayah kota telah tercemar dengan bahan kimia, limbah rumah sakit, kuman-kuman penyakit seperti Escherichia coli dan Disentri.

“Usahakan juga tidak meletakkan daging di permukaan tanah karena kuman tumbuh 10.000—100.000 kuman per menit,” ungkapnya.

Untuk pendistribusian usahakan memisahkan daging dan jeroan serta mendistribusi daging dengan menggunakan tas anyaman bambu. Jika tidak ada, lebih baik menggunakan tas plastik bening.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img