Wednesday, February 8, 2023

Alat Petajatis, Pengatur Suhu dan Kelembapan Secara Otomatis di Kumbung Jamur Tiram

Rekomendasi

Trubus.id — Lazimnya, petani jamur tiram mesti menyiram kumbung secara manual dan berkala. Namun, dengan hadirnya inovasi baru alat petajatis bisa meringankan petani dalam mengatur suhu dan kelembapan kumbung sehingga budidaya jamur lebih efektif dan efisien. Alat petajatis merupakan produk inovasi dari dari mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang.

Alat itu terdiri atas tiga bagian penting, yakni sistem kontrol, sensor, dan alat pelaksana (penyiram dan pemanas). Dari ketiga bagian itu, disambungkan ke internet of things (IoT) agar petani bisa mengontrolnya lewat smartphone di mana pun dan kapan pun.

Vanda Inayah Oktavia, salah seorang anggota tim petajatis, mengatakan, area kontrol alat itu bergantung pada kebutuhan. Jika hanya sebatas kontrol untuk mengetahui apakah alat aktif dan pompa menyala, tidak ada batasan jarak.

“Artinya bisa diakses dari mana saja. Namun, jika petani ingin mengaktifkan atau menonaktifkan pompa secara manual, dibutuhkan jarak satu area Wi-Fi atau berjarak sekitar 4 m,” kata Vanda.

Vanda dan tim menguji alat itu di kumbung jamur di Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ukuran kumbung 6 m × 10 m. Mereka menggunakan dua sensor suhu dan dua sensor kelembapan.

“Sensor suhu kami pasang menggantung di atas rak, sedangkan sensor kelembapan menggantung agak di pinggir rak dan di bawah,” jelas Vanda.

Petajatis selalu aktif mengambil data selama 24 jam. Adapun pompa dan mesin pemanas (heater) hanya menyala pada saat yang dibutuhkan. Saat percobaan mesin pompa menyala tiga jam sehari.

Saat kelembapan turun, pompa menyala. Pompa menyala maksimal 5 menit, lalu berhenti sekitar 20 menit untuk memastikan suhu dan kelembapan. Jika masih kurang, pompa aktif lagi, begitu seterusnya hingga suhu dan kelembapan sesuai yang diinginkan.

Tim belum menghitung biaya listrik. Namun, bagi para petani jamur tiram tak memberatkan biaya produksi. Menurut Vanda, penambahan biaya listrik sekitar Rp20.000. Kebutuhan listrik paling besar ketika mesin pemanas aktif.

Peletakan sistem kontrol petajatis. (Trubus/Dok. Tim Petajatis)

Selain bekerja otomatis dan dapat dikontrol di mana saja, kelebihan lainnya adalah menghemat biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja di Kabupaten Malang Rp30.000 per hari.

Meskipun pekerjaannya tidak hanya perawatan, tetap menghemat biaya tenaga kerja. Alasannya, petugas tak perlu menyiram kumbung jamur. Selain itu, dengan penggunaan petajatis, penyiraman lebih terkontrol. Kadang penyiraman manual berlebihan sehingga membuat jamur busuk.

Jika menggunakan petajatis, penyiraman berhenti saat suhu dan kelembapan sesuai dengan kebutuhan jamur. Suhu ideal untuk budidaya jamur tiram menurut berbagai referensi sekitar 22–28°C, sedangkan kelembapannya 80–90%.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peluang Bisnis Bibit Buah Naga

Trubus.id — Banyak yang tertarik untuk ikut mengebunkan buah naga kuning. Wajar saja, sebab banyak masyarakat yang menyukai buah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img