Friday, August 19, 2022

Anthurium : Hookeri Naik Panggung

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Para pehobi memburu Anthurium hookeri pink. Permintaan dan harga naik minimal dua kali lipat.

Permintaan dan harga hookeri pink terkerek naik seiring tren.(Dok. Eddy Pranoto)

Trubus — Nama N. Ian Indrasvari, biasa dipanggil Ian, sohor di kalangan pehobi anthurium sebagai “spesialis” hookeri. Reputasi itu membuat penyilang anthurium di Kota Malang, Jawa Timur, itu keteteran saat anthurium sohor sejak akhir Mei 2020. Ia biasanya menjual rata-rata 100 pot bibit. Begitu tren, penjualannya melonjak sedikitnya dua kali lipat. “Sebanyak apa pun, stok saya terbatas. Sekarang hampir habis padahal panen masih dua bulan lagi,” katanya.

Harga kelas koleksi hasil silangan Eddy Rp5 juta—Rp20 juta. (Dok. Eddy Pranoto)

Akibatnya harga yang semula Rp150.000 membubung menjadi Rp300.000—Rp350.000 per tanaman. Ian menyilangkan hookeri 10 tahun terakhir. Salah satu andalannya adalah hookeri pink berdaun merah muda. Jenis itulah yang kini meroket dan dicari banyak pehobi. Menurut penyilang dan pebisnis anthurium di Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Prapto Sidomukti, pehobi yang menggandrungi hookeri pink pun tersegmen.

Ada yang menginginkan bibit (seedling), ada yang menyukai tanaman besar kelas indukan. Prapto membanderol indukan Rp12 juta—Rp17 juta, sedangkan yang bertongkol Rp30 juta. “Tiap hari ada saja yang beli,” katanya. Para pehobi jatuh hati pada anthurium hookeri berdaun merah muda itu lantaran penampilan eksotis dan harganya terjangkau.

Jadi indukan

Kalau membeli jenmanii, dengan uang sama, penggemar hanya mendapat kelas hijauan. Pehobi baru bisa membawa pulang jenmanii berkarakter maupun belang variegata setelah membayar Rp500.000—Rp750.000. Pembibit maupun penyilang pun menyukainya lantaran hookeri pink tergolong stabil memunculkan warna. Penyilang bisa memperbanyak dengan menanam biji dan memperoleh anakan yang sama-sama berdaun merah muda.

Hasil silangan Ian di Malang, harga melonjak dari Rp150.000 menjadi Rp350.000 per pot.(Dok. Ian Indrasvari)

Penyilang anthurium di Salatiga, Jawa Tengah, Eddy Pranoto, mutasi kadang memunculkan warna atau corak serta warna baru yang lebih “seksi”. Ia menunjukkan kelas koleksi 5–6 daun bercorak luar biasa indah. “Harga tanaman seperti itu Rp5 juta—Rp20 juta,” kata alumnus Jurusan Agronomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga itu.

Pada 2014 ia mendatangkan indukan hookeri pink dari Negeri Siam. Langkah itu ia lakukan lantaran penggemar hookeri pink di tanah air banyak. Sejak itu ada saja pembeli yang mendatangi nurserinya untuk memboyong tanaman berdaun indah itu. Meski kebanyakan orang menganggap tren anthurium usai sejak 2008, nyatanya si daun merah muda itu ajek laku.

Menurut Eddy penyilang anthurium di beberapa daerah menjadikan tanaman yang mereka beli darinya sebagai indukan. Hasilnya tercipta corak-corak baru yang meramaikan perniagaan anthurium. Ia menggolongkan corak atau varian baru yang benar-benar istimewa sebagai kelas koleksi. Prapto Sidomukti menyatakan, harga hookeri pink meski terjangkau tidak memiliki patokan pasti. “Harga tanaman dengan 4–5 daun kecil bisa Rp300.000 bisa juga lebih dari Rp1 juta. Karakter, corak, atau ukuran ikut berperan,” katanya.

Banyak jenis

Sejak kembalinya tren, Prapto rajin berbelanja dari kolektor atau pedagang lain demi mendapat corak baru. Hasilnya, perniagaan hookeri pink ajek ramai lantaran penjualan tidak hanya ke pehobi tapi juga antarpedagang. Prapto membentuk tim beranggotakan 3–4 orang untuk membeli hookeri pink dari pedagang lain. Selain untuk memenuhi permintaan, ia melakukannya agar pasar senantiasa bergerak. “Pedagang atau kolektor jadi bersemangat merawat dan semua kebagian rezeki,” katanya.

Selain hookeri pink, sejatinya ada beberapa jenis nonjenmanii yang saat ini harganya fantastis tapi ketersediaannya terbatas. Ia memprediksi 5–6 bulan mendatang varian baru bermunculan berbagai varian baru nonjenmanii yang siap memikat pehobi. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img