Wednesday, August 10, 2022

Asri Berkat Dinding Besi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Deretan taman dinding sepanjang 75 m di area lobi BKPMArea parkir kini hijau berkat taman dindingPerpaduan scindapsus, nephrolepis, dan bromelia pada dinding gedung arsipTeknik Cincin BesiTeknik Jaring BesiKesan itu langsung terasa begitu kaki menjejak area kantor. Taman dinding sepanjang 75 meter yang berderet di bagian samping gedung utama bak menyambut  kedatangan. Ratusan scindapsus golden menjadi salah satu elemen utama taman dinding setinggi 1,5 meter itu. Gradasi warna hijau dan kuning asal sirih gading mempercantik bagian pinggir gedung yang semula hanya berupa deretan mesin kompresor pendingin ruangan.

Ruang samping kanan dan kiri tangga menuju lobi juga terlihat segar. Rak besi ditempatkan di samping tangga untuk menopang puluhan pot scindapsus dan paku-pakuan  Nephrolepis exaltata. Kesan kosong dan gersang pun hilang berganti rimbunnya tanaman.

Taman dinding raksasa

Suasana hijau terus hadir hingga kawasan parkir mobil di samping gedung. Deretan taman vertikal setinggi 5 meter berjajar apik sepanjang area parkir sampai ke gedung arsip. Kali ini hijau tua dan mudanya scindapsus diimbangi aksen merah pada bagian tengah dinding yang berasal dari bromelia. Sementara perpaduan scindapsus, nephrolepis, dan bromelia menghilangkan kesan kaku dinding gedung arsip yang terlihat kokoh.

Taman dinding raksasa juga menyelimuti hampir separuh dinding menara Masjid Al-Ihsan yang tingginya mencapai 15 m. Jenis tanaman yang digunakan lebih beragam seperti scindapsus, nephrolepis, bromelia, neoregelia, dan ophiopogon. Seluruh tanaman itu ditopang kerangka besi berukuran 9 m x 7 m. Berbagai jenis tanaman juga menghiasi ornamen berbentuk bintang di dinding masjid bagian barat. Tanaman ditata pada kerangka besi yang bentuknya mengikuti bentuk ornamen. Alhasil, hiasan dinding itu terlihat semakin cantik.

Ide taman dinding di BKPM berawal dari keinginan Kepala BKPM, Gita Wirjawan, untuk menghijaukan kawasan kantor. “Beliau memang suka sekali dengan tanaman,” kata salah satu staf Bagian Perlengkapan dan Rumahtangga BKPM. Pada November 2011, pembangunan taman vertikal dimulai. Kini masih dalam proses perluasan. Rencananya taman akan merambah hingga ke samping Gedung Barli Halim.

Pot gantung

Taman dinding di BKPM dibuat dengan sistem pot gantung yang disusun pada 2 model kerangka besi. Yang pertama, pot diletakkan pada cincin besi berdiameter 16 cm yang terpatri langsung di rangka besi. Jarak antarcincin 3–5 cm. Jadi untuk luasan 1 m2 terdapat 25 pot. Sementara teknik lain berupa kerangka berukuran  5,4 m x 2,1 m yang didesain membentuk pola jaring berukuran 15 cm x 15 cm untuk mengaitkan pot tanaman. Dengan teknik itu setiap  1 m2 dapat memuat 36 pot.

Kedua model rangka itu bisa ditempelkan langsung ke dinding atau dipasang berdiri sendiri. Pada teknik pertama terdapat jarak tertentu antara rangka dan dinding agar dinding tidak berlumut dan rusak terkena air penyiraman. Jika dipasang berdiri sendiri, rangka tetap diikat ke dinding menggunakan kawat baja supaya tidak roboh saat menopang tanaman.

Menurut Iwan Irawan, perancang taman vertikal di Bandung, Jawa Barat, taman vertikal dengan sistem pot gantung memiliki kelebihan dibandingkan sistem lain. “Rotasi tanaman lebih mudah. Jika ada tanaman yang kurang subur, cukup pindahkan pot, lalu ganti dengan yang baru. Tak perlu membongkar media seperti pada sistem singular box,” ujar Iwan. Namun, sebaiknya gunakan media tanam yang ringan seperti sekam, pakis, cocopeat, dan kompos. Jika media tanam terlalu berat dikhawatirkan kerangka tak kuat menahan pot tanaman dan akhirnya roboh.

Itulah sebabnya Iwan menyarankan gunakan jenis tanaman yang cepat beradaptasi dan dapat hidup di media yang terbatas seperti ophiopogon, bromelia, dan kadaka. Sebaiknya hindari juga pemakaian tanaman merambat untuk taman dinding. “Tanaman merambat sulit dirawat karena bila dipangkas bentuk sulurnya menjadi kurang indah,” ujar aktivis penghijauan lingkungan itu.

Kelemahannya, rangka besi rentan berkarat. Karat dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman, juga merusak keindahan taman dinding. Untuk mengatasinya, cat seluruh kerangka besi dengan cat besi. Namun, sebaiknya lakukan pengecekan setiap 6–12 bulan. “Biasanya karat kerap muncul kembali,” kata Iwan.

Irigasi tetes

Untuk perawatan, BKPM bekerja sama dengan perusahaan perawatan taman. Maklum, taman vertikal perlu perawatan intensif dengan keahlian dan teknik khusus. Contohnya penyiraman. Untuk menjangkau tanaman yang tinggi, seperti taman dinding di menara masjid, selang air mesti ditopang dengan batang bambu hingga setinggi 4 m.

Sementara penyiraman tanaman di taman dinding gedung arsip menggunakan sistem irigasi tetes. Pipa PVC yang sebelumnya telah dilubangi dipasang di atas pot-pot tanaman. Air dialirkan dengan membuka keran terdekat setiap pagi dan sore selama 3 jam.

Iklim ibukota yang panas membuat tanaman gampang merana bila terlambat disiram. Daya tahan tanaman juga berbeda-beda. Itulah sebabnya pengecekan tanaman mesti dilakukan secara berkala. “Jika terlambat ditangani, bisa jadi tanaman kering dan mati sehingga mengurangi keindahan taman,” kata salah seorang staf Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga BKPM.

Itulah sebabnya Iwan menyarankan, penyiraman dilakukan dengan sistem irigasi tetes. Aliran air diatur secara otomatis dengan interval tertentu. Pemupukan juga bisa dilakukan bersamaan dengan penyiraman. Dengan sistem itu tanaman akan tetap segar karena pasokan air dan nutrisi cukup. Kelebihan sistem itu juga dapat menjangkau tanaman yang terletak di susunan paling tinggi. Dengan begitu, taman dinding selalu asri sepanjang waktu. (Tri Istianingsih)

 

Teknik Cincin Besi

  1. Siapkan besi berdiameter 6 mm. Buat potongan besi sepanjang 50 cm dan 100 cm. Bentuk cincin besi berdiameter 16 cm dari potongan besi sepanjang 50 cm dengan cara dilas. Sambungkan cincin besi tersebut pada dudukan cincin sepanjang 100 cm dengan jarak antar cincin 3–5 cm. Lalu sambungkan pada anchor tipe dynabolt.
  2. Cat kerangka besi, lalu pasang di dinding dengan cara dibor.
  3. Siapkan tanaman di pot yang diameternya disesuaikan dengan diameter cincin besi. Media tanam adalah kompos, sekam, dan tanah dengan perbandingan 2:1:1.
  4. Tempatkan pot pada cincin besi.
  5. Dengan teknik itu dalam luasan 1 m2 terdapat 25 pot tanaman. Untuk perawatan siram tanaman secara manual dengan selang atau melalui irigasi otomatis. Pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman.

 

Teknik Jaring Besi

  1. Buat model rangka besi dengan 2 tiang besi utama di bagian pinggir berukuran 5,4 m x 2,1 m. Buat pola besi segiempat berukuran 15 cm x 15 cm, lalu las pada rangka utama.
  2. Buat pengait kawat berbentuk huruf U terbalik, lalu pasangkan pada bibir pot. Masukkan tanaman ke dalam pot dengan komposisi media sama seperti teknik cincin besi.
  3. Kaitkan pot pada kerangka besi.
  4. Dengan teknik ini untuk luasan 1 m2 terdapat 36 pot tanaman. Siram tanaman secara manual dengan selang atau melalui irigasi otomatis. Pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan saat penyiraman.
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img