Tuesday, July 23, 2024

Atasi Serangan Kelelawar dan Kutu Sisik Tanaman Anggur

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Anggur rawan serangan hama dan penyakit. Kehadiran kelelawar menjadi ancaman tanaman famili Vitaceae itu. Kelelawar itu hanya memangsa buah menjelang matang.

Anda dapat membungkus dompolan buah dengan kantong plastik berwarna hitam. Cara lain membungkus dompolan buah bisa juga menggunakan pembungkus kertas.

Cara lain dengan memasang lampu di dekat tanaman. Jaring juga bisa digunakan untuk melindungi buah dengan membentangkannya di atas para-para. Hama lain yang kerap menggangu tanaman anggur adalah kutu sisik Lepidosaphes beckii.

Kutu itu kerap dijumpai pada batang anggur. Batang yang terserang biasanya menjadi cokelat dan akhirnya mengering. Untuk mengatasinya Anda dapat seminimal mungkin menggunakan insektisida kimia.

Pehobi anggur di Tangerang, Provinsi Banten Widayat, A.M.A.K biasanya mencoba dahulu menyemprotkan larutan detergen “Kalau tidak ampuh baru menggunakan insektisida,” kata Widayat.

Ia juga kerap menemukan daun anggur yang terkena penyakit karat daun. Penyakit itu biasanya menyerang saat musim hujan.  Menurut Ir. Baswarsiati, M.S., dalam budidaya anggur hama dan penyakit kerap menjadi ancaman.

Apalagi sebagian besar varietas yang ditanam pehobi umumnya spesies Vitis vinifera yang merupakan buah meja (buah segar). Sayangnya spesies itu kurang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Hingga saat ini belum terdapat varietas anggur yg dibudidayakan di Indonesia yang tahan terhadap penyakit downy mildew kecuali spesies Vitis labrusca yaitu isabella, delaware, dan tegal hitam. Namun, ketiga jenis varietas itu rasanya masam sehingga lebih cocok untuk olahan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img