Trubus.id—Pendeknya umur simpan tahu yang hanya 1—2 hari menjadi merugikan konsumen dan penjual. Nur Cholifah, Lilik Hendrarini, dan Choirul Amri dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Yogyakarta memanfaatkan larutan 2,5% bawang putih dan larutan 2,5% daun pandan.
Hasil penelitian menunjukkan larutan bawang putih dan daun pandan mengawetkan tahu 49,4% lebih lama atau sekitar 23,3 jam. Alisin dalam bawang putih serta flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol, dan saponin dalam daun pandan memiliki sifat antimikrob dan antibakteri.
Bahan alami lain yakni khamir atau mikroorganisme dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang umur simpan buah pepaya callina.
Mutiara Dwi Lestari, Ketty Suketi, Winarso Drajad Widodo, dan Suryo Wiyono dari Institut Pertanian Bogor mengaplikasikan khamir Candida tropicalis, Aureobasidium pullulans, dan Cryptococcus albidus pada pepaya.
Hasil penelitian Mutiara dan rekan menunjukkan umur simpan pepaya menjadi lebih lama hingga 12 hari. Sementara masa simpan pepaya pada kelompok kontrol hanya 7 hari.
Penggunaan khamir antagonis tidak mengubah kualitas fisik dan kimia pepaya callina. Masa simpan lebih lama karena khamir antagonis menekan serangan antraknos.
