Friday, January 16, 2026

Berkat Pemupukan Intensif Hasil Panen Padi Petani di Penajam Paser Utara Meningkat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Petani padi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Misno Prasetyo  memanen 2,1 ton gabah kering panen (GKP) di lahan seluas 5.000 m2 . Kebun tetangga dengan luasan sama hanya menghasilkan 1 ton GKP.

Rahasianya ia mengandalkan pupuk kandang, NPK, Urea, dan pupuk organik cair (POC) bikinan sendiri sebagai sumber nutrisi tanaman. Misno menghabiskan 20 liter pupuk POC, 5 kg NPK, dan 5 kg Urea selama masa budidaya. Lantas melarutkan 250 ml POC ke dalam tangki berkapasitas 15 liter.

Ia mulai memberikan POC saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (hst) dengan cara disemprot bersamaan pemberikan Urea dan NPK. Pemupukan selanjutnya setiap 10—15 hari. “Pemberian nutrisi yang cukup dan tepat kunci mendongkrak panen,” kata petani berusia 49 tahun itu.

Menurut Misno saat tanaman berumur 15 hst, tanaman masih muda sehingga rentan terserang organisme pengganggu tanaman (OPT). Ia mengaku pupuk organik bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mengurangi penggunaan pupuk anorganik alias kimia sehingga menghemat biaya pembelian pupuk anorganik.

Peneliti di Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Pertanian (BRIN), Dr. Destika Cahyana, S.P., M.Sc., menuturkan pemupukan, salah satu kunci kesuburan tanaman. Pupuk ibarat nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan produksi.

Sejatinya ada 3 faktor yang harus diperhatikan petani dalam budidaya tanaman yakni tanah, tanaman, dan pupuk. Berdasarkan jumlah kebutuhan dan kandungan pada tanaman.

Unsur hara esensial terbagi menjadi 2 jenis yaitu makro dan mikro. Unsur makro antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img