Keindahan daun dalam rangkaian bunga. Bukan sekadar elok, daun-daun itu juga berkisah.

Trubus — Hanjuang Cordyline fruticosa menutup tubuh, paduan daun sikas jepang Cycas revoluta dan waregu Rhapis excelsa membentang laksana sayap. Baby’s breath Gypsophyla paniculata putih menambah elok rangkaian. Di tangan Ruth Widya Sari dedaunan itu menjadi bidadari. Ia membuktikan, dedaunan bukan lagi sebagai tambahan, melainkan pemeran utama dalam sebuah rangkaian flora. Daun sumber inspirasi.

Sandra untuk menciptakan rangkaian berwujud dewi. Rupa sang dewi begitu cantik dengan hiasan kepala dan rambut yang terbuat dari batang futoi. Kehadiran bola-bola gomprena ungu dan asesori keemasan pada hiasan kepala sang dewi membuat tambah mempesona.
Seorang seniman flora bisa menciptakan desain flora yang bernilai seni tinggi dari keindahan bentuk dan warna dedaunan. Rangkaian bukan lagi dilihat dari penggunaan flora yang mewah, tetapi bentuk yang tak biasa dan detail. Kehadiran daun bisa mewakilinya. Kecantikan rangkaian daun itu hadir dalam demo merangkai bunga pada pagelaran Trubus Agro Expo 2019.
Acara di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, itu menghadirkan 12 rangkaian daun dari 12 seniman flora profesional. Para anggota Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) itu memanfaatkan 6 jenis dedaunan yakni palem, futoi, paku-pakuan, sikas, pandanus, dan liriope. Dedaunan yang kerap menghiasi taman itu tampil menawan dan berbicara. (Andari Titisari)
