Biogasolin Minyak Jelantah

Rekomendasi
- Advertisement -

1.pdfTiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan biogasolin berbahan minyak habis pakai atau minyak jelantah. Biogasolin dari minyak jelantah terbukti menghidupkan mesin kendaraan bermotor. Abdul Afif Almuflih dan Khoir Eko Pamudi dari Departemen Kimia serta Endri Geovani dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Selama ini minyak jelantah ini hanya dibuang begitu saja, padahal jumlahnya berlimpah. Mereka memanfaatkan rekasi hydrocracking untuk mengonversi minyak jelantah menjadi biogasolin menggunakan tanah liat yaitu bentonit terpilar alumina (AI) yang mudah didapat di alam. Lalu tanah liat diaktifkan dengan logam kadium (Cd) sebagai katalisator. Minyak jelantah dipanaskan dalam tanur listrik kemudian akan menguap mengalir melewati katalis. Hasilnya akan menetes campuran biogasolin dan biodiesel yaitu 42 persen biogasolin (bensin) dan 29 persen biodiesel (biosolar). Seliter minyak bisa jelantah menghasilkan 420 ml yang terdiri dari 240 ml biogasolin dan 180 biodiesel.***

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Ekspor CPO dan Turunan Tumbuh 5,49 Persen, Hilirisasi Jadi Kunci

Trubus.id—Kinerja ekspor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang Januari—Juli 2026. Salah satu komoditas yang menopang pertumbuhan tersebut adalah minyak...

More Articles Like This