Trubus.id — Bionic Farm membudidayakan brokoli secara organik. Produksi brokoli itu untuk memenuhi permintaan pasar. Kepala kebun Bionic Farm, Amri Ramdani menuturkan, permintaan rutin brokoli organik mencapai 3 ton per bulan.
Namun, Bionic Farm hanya sanggup memenuhi 60% dari total permintaan. Itu pun setelah bermitra dengan beberapa petani. “Peluang bisnis brokoli organik terbuka lebar,” kata Amri.
Bionic berencana meningkatkan jumlah petani mitra. Menurut Amri keuntungan petani mitra antara lain distribusi atau pemasaran terjamin dan harga jual brokoli stabil. Berbeda jika menjualnya ke tengkulak, harga jual bisa naik turun.
Upaya peningkatan jumlah petani mitra, sejalan dengan cita-cita Bionic yang ingin berencana menjadikan Kampung Jolok, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, menjadi sentra brokoli organik untuk memenuhi permintaan.
Amri mengatakan, pada 2022—2023 Bionic menargetkan menggandeng 10 petani mitra. Kepemilikan lahan petani rata-rata 2—3 hektare (ha). Jadi, ia menargetkan luas budidaya brokoli 30 hektare. Jika hal itu terlaksana, “Impian menjadi sentra brokoli di sini dapat terwujud,” kata Amri.
Khusus di Jolok, Bionic mengelola lahan 5 hektare. Namun, lahan produktif hanya 2,5 hektare. Bionic menanam brokoli (Brassica oleracea var. italica) di 14 rumah tanam atau greenhouse.
Ukuran panen sesuai permintaan pasar modern yang mensyaratkan batang dari pangkal bunga yang ikut dipotong 8–10 cm dan berbobot 200—300 gram. Amri menuturkan untuk pasar lokal tidak ada standar baku, ukuran batang 15—20 cm dengan bobot total 500 gram masih bisa.
Menurut Amri, Bionic farm memanen 30— 50 kg per hari, termasuk Sabtu dan Ahad. Total produksi brokoli 1,6 ton per bulan atau 60% dari permintaan pasar 3 ton. Bionic menjual brokoli organik Rp35.000—Rp45.000 per kg.
Sekilogram terdiri atas 2—4 brokoli. Harga itu relatif tinggi. Bandingkan dengan harga jual brokoli hasil budidaya konvensional, hanya Rp15.000—Rp20.000 per kg. Konsumen menggemari brokoli organik itu karena kaya mineral seperti vitamin A, vitamin C, karotenoid, serat, kalsium, dan asam folat.
Menurut periset di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), Dwiwiyati Nurul Septarian, brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang berkhasiat antikanker.
