Saturday, June 22, 2024

Cara Leluhur Menemukan Obat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Para leluhur mempunyai cara tersendiri untuk menyembuhkan suatu penyakit. Mereka selalu mencoba menggunakan bahan-bahan yang sifatnya berlawanan (antagonis) atau sama (analogis) dengan penyakit tersebut.

Misalnya, kanker hidup sebagai parasit yang menumpang pada jaringan tubuh, leluhur menyembuhkannya dengan benalu atau jamur yang juga bersifat parasit. Contoh lain, temulawak dan kunyit yang warna rimpangnya kuning hati. Secara empiris, rimpang kedua tanaman itu banyak dipakai untuk mengatasi gangguan hati dan penyakit kuning.

Sementara untuk penyakit diabetes atau kencing manis dipilihlah daun sambiloto atau buah pare yang bersifat pahit (antagonis). Pengobatan tradisional Cina menurut Traditional Chinese Pharmacology pun ternyata mempertimbangkan sifat dan cita rasa tanaman dalam pengobatannya.

Tanaman yang bersifat panas dipakai untuk pengobatan pada sindroma dingin. Masuk angin misalnya, diatasi dengan ekstrak jahe. Meskipun terkesan sederhana, tetapi pengalaman empiris itu menjadi acuan para ahli farmakologi untuk mempertimbangkan pemakaiannya dalam pengobatan modern.

Hasilnya, banyak hasil penelitian fitofarmaka yang ternyata mendukung keyakinan itu. Lihat saja temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan kunyit (C. domestica). Hasil penelitian farmakologi mengungkapkan, zat kurkumin yang terkandung dalam rimpang berkhasiat hepatoprotektif.

Artinya, senyawa ini melindungi sel-sel hati terhadap pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati. Bahkan karena efek antibakteri dan antiinflamasi, senyawa ini mampu menyembuhkan peradangan jaringan hati yang rusak.

Zat kurkumin juga berkhasiat merangsang sel hati agar menghasilkan cairan empedu untuk memecah lemak. Jadi, proses pencernaan lebih lancar. Sementara minyak asirinya mengandung turmerol, felandren, kamfer, sineal, kurkumon, dan zingiberon.

Kombinasi itu meningkatkan kerja ginjal dan membantu kerja sistem hormonal metabolisme dan fisiologi organ tubuh untuk mempercepat penyembuhan. Dia juga bersifat analgetik yang menghilangkan rasa nyeri akibat peradangan hati.

Selain untuk gangguan fungsi hati, kunyit dan temulawak dipakai juga untuk mengatasi kencing manis, ternyata kebenaran khasiatnya terbukti. Pusat Penelitian Makanan di Amerika Serikat yang menelaah manfaat kunyit menemukan, rimpang kunyit memang berpeluang mengobati penyakit itu.

Para peneliti di sana membuktikan, perpaduan kunyit dan kayu manis mampu melipatgandakan kemampuan kerja insulin untuk menguraikan glukosa yang tertimbun dalam darah.

Pengalaman empiris serta hasil telaah dan penelitian secara modern itulah yang kini menarik minat industri farmasi untuk memproduksi obat-obatan modern berbahan baku tanaman obat tradisional.

Sebut saja Prohepa, obat modern produksi salah satu BUMN di lingkungan Departemen Kesehatan yang dipasarkan lewat apotek. Salah satu komponen bahannya tak lain adalah ekstrak rimpang temulawak.

Beberapa rumah sakit pun kini memanfaatkan cairan infus dari rimpang kunyit untuk pasien penyakit lever. Memang dibanding obat-obat kimia modern, obat tradisional diyakini relatif aman. Contohnya kunyit.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img