Friday, January 16, 2026

BRIN Tengah Mengembangkan Varietas Jagung Tahan Hama Penyakit dan Perubahan Ilkim

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan varietas jagung yang mampu beradaptasi terhadap kondisi lingkungan, perubahan iklim, dan tahan terhadap hama penyakit.

Kegiatan itu berkolaborasi dengan PT Conterva Agriscience Seeds Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin, dan Universitas Udayana (UNUD).

Peneliti ahli utama  tanaman pangan BRIN I Gusti Komang Dana Arsana menuturkan hingga saat ini terdapat 10 jenis varietas sumber jagung hibrida baru.  

“Selanjutnya dilakukan uji potensi hasil varietas di beberapa kabupaten termasuk di Bali,” ujar penanggung jawab kegiatan itu dilansir dari laman BRIN.

Arsana menuturkan bahwa jagung hibrisa itu hasil persilangan dua atau lebih varietas jagung yang berbeda. Tujuannya untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu seperti hasil panen, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta adaptasi terhadap macam-macam kondisi lingkungan.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa uji coba di Bali pada tiga lokasi berbeda. Pertama pada lahan dengan ketinggian lebih kurang 10 meter di atas permukaan laut (m dpl) di kebun percobaan Fakultas Pertanian UNUD.

Kedua di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan dengan ketinggian  lebih kurang 300 m dpl dan diperkirakan akan panen sebulan lagi.

Ketiga uji coba dilakukan di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dengan ketinggian lebih kurang 1.000  m dpl.

Arsana menuturkan keunggulan jagung itu dapat dipanen muda seperti sayur jagung, jagung rebus, dan jagung bakar, maupun saat umur tua atau jagung pipilan kering.

“Untuk panen saat ini dari sehektare (ha) lahan menghasilkan tidak kurang dari 10 ton jagung pipilan kering,” ujarnya.

Ia menjelaskan langkah selanjutnya pemilihan hasil panen dan verifikasi ulang untuk menemukan yang terbaik. “Kebetulan selama pertanaman ini tidak ada hama penyakit yang menyerang,” ujar Arsana.

Periset perakitan varietas jagung hibrida di Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Roy Efendi menuturkan bahwa ia tengah menguji beberapa varietas jagung di 10 lokasi, salah satunya di Bali itu.

Ia menuturkan pengujian itu menggunakan 8 jenis hibrida.  Tujuannya melepas jagung hibrida toleran tahan bulai dan adaptif dataran tinggi maupun lahan kering.

Ia menjelaskan beberapa calon varietas yang terdeteksi dengan baik itu terutama tongkol besar. Selain itu, perbandingan berat bersih biji jagung dengan berat biji jagung dan bongol (rendemen) yang tinggi.

“Tongkol besar dan rendemen tinggi ada dua kandidat, tujuannya ini untuk jagung pakan sehingga kita bisa mem-buffer untuk varietas-varietas nasional,” ujarnya.

Ia berharap jagung itu nantinya dapat bersaing dengan varietas multinasional yang ada di Indonesia. “Ini merupakan salah satu calon varietas terbaik yang kami dapatkan, semoga bisa menjadi varietas unggul BRIN dan segera dapat dikembangkan di seluruh Indonesia,” ujar Roy.

Ketua Prodi Lahan Kering UNUD Arimaya Dewi menuturkan bahwa ia dan tim menyambut baik program kerja sama itu. Menurut Dewi kegiatan itu juga sebagai ajang penelitian bagi mahasiwa prodi lahan kering. Misalnya uji multilokasi jagung hibrida yang tahan terhadap perubahan iklim dan hama penyakit.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img