Saturday, January 17, 2026

Budidaya hingga Hasilkan Gubal Gaharu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Budidaya gaharu sebetulnya mudah. Ia bisa ditanam di pekarangan sebagai naungan atau diusahakan skala luas. Ada 5 jenis kayu penghasil gaharu; Aquilaria malaccensis, A microcarpa, A hirta, A beccariana, dan A filaria.

Semua dapat ditanam di sembarang tempat pada ketinggian 0—700 m dpl dan beriklim panas. Tanah porous sangat disukai tanaman yang disebut agarwood, aloewood, dan eaglewood itu. Paling pas kandungan pasir, kompos, dan tanah perbandingan 3:1:1.

Bibit gaharu bisa berasal dari biji, cabutan anakan, atau kultur jaringan. Bibit disemai dalam greenhouse karena rentan terserang kutu putih. Serangan parah membuat daun layu, lalu keriting. Bila tidak segera diantisipasi tanaman bisa mati. Untuk mengendalikan semprotkan insektisida secara berkala, dosis sesuai petunjuk penggunaan.

Menginjak usia 1—2 bulan bibit dipindah tanam ke polibag. Ia siap dipindah ke lahan 6 bulan kemudian. Tandanya tinggi mencapai 20—30 cm berdiameter batang 0,3—0,5 cm. Siapkan lubang tanam ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm dengan jarak tanam 3 m x 3 m.

Masukkan campuran pupuk kandang atau kompos dan tanah. Dosis pupuk kandang atau kompos 3—5 kg setiap lubang. Agar lekas tumbuh bibit perlu disungkup. Bila tidak, ia ditanam di sela-sela pohon lain yang berfungsi sebagai naungan seperti jati dan sengon.

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore. Yang penting asal basah. Pemupukan lanjutan berupa campuran pupuk kandang dan kompos diberikan sekali per tahun, 5—8 kg per tanaman.

Bunga dan buah gaharu akan muncul 5—6 tahun kemudian, pertanda ia siap disuntik cendawan untuk mendapatkan gubal. Awalnya buat lubang inokulasi dengan bor sedalam 1/3 diameter batang. Lubang inokulasi berjarak 0,3—0,5 m dari atas permukaan tanah.

Lubang bisa dibuat lebih dari satu dengan jarak antarlubang sejengkal tangan atau sekitar 20 cm. Untuk mencegah kontaminasi dengan alkohol 70% mata bor disterilisasi. Atau dibakar pada lampu spirtus selama 2 menit. Suntikkan 5 ml stressing agent pada lubang inokulasi.

Stressing agent adalah zat kimia yang menyebabkan sel-sel tumbuh lemah sehingga gubal mudah terbentuk. Biarkan selama 12 jam. Setelah itu masukkan patogen penginduksi pembentukan gubal, seperti Fusarium oxysporum, F solani, Libertella sp, Trichoderma sp, Scytalidium sp, dan Thielaviopsis sp dengan pinset steril.

Kemudian tutup lubang dengan gel, agar-agar, atau akrosap. Yang disebut terakhir adalah media yang menyediakan nutrisi bagi tanaman. Untuk mencegah masuknya bibit penyakit lain, tutup kembali dengan tanah atau dililit solasi.

Cara lain merangsang gubal dengan mengerok kulit hingga menembus kambium. Oleskan 5 ml stressing agent yang diencerkan air 20 ml. Setelah 12 jam, lulurkan ke kayu. Pemberian stressing agent diulang setiap 1,5—2 bulan.

Keberhasilan bioproses gubal ditandai warna kayu cokelat muda, cokelat kehitaman, sampai hitam dan beraroma wangi. Gubal dipanen setelah tanaman berumur 7—10 tahun, atau 2 tahun setelah penyuntikan.

Caranya tebang pohon gaharu atau bongkar sampai akar-akarnya. Pisahkan gubal sesuai kelas. Agar berkelanjutan, setiap penebangan gaharu harus diikuti penanaman pohon baru.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img