Friday, May 8, 2026

Budidaya Wortel Berastagi Bermutu Prima

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Wortel bermutu prima di buru pasar. Apalagi penampilan Daucus carota dari kebun hampir sama dengan wortel impor yang kerap dijual di pasar swalayan. Apa rahasia menghasilkan wortel berkualitas prima? Salah satu kunci adalah benih berkualitas.

Petani di Kecamatan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Suhariono, mengebunkan wortel varietas berastagi di lahan 4 ha. Ia memanen 28 ton per ha. “Kualitas hasil panen bisa 80% masuk kelas reguler jika budidaya dilakukan dengan tepat,” katanya.

Suhariono menuturkan untuk menghasilkan wortel kualitas premium semua faktor sangat berpengaruh. “Terutama kualitas benih dan teknik budidaya, keduanya harus diperhatikan,” katanya.

Menurut Suhariono dalam teknik budidaya yang harus diperhatikan yakni pemilihan lokasi, pengolahan tanah, pemupukan, teknis penanaman, penjarangan, pengendalian gulma dan hama penyakit, penyiraman, panen dan pascapanen.

“Jika benih jelek petani pasti tidak mau tanam, tapi kalau benih bagus tinggal optimalkan teknis budidayanya. Sebaliknya, meskipun benih bagus tetapi teknis budidaya tidak optimal hasilnya akan jelek,” paparnya.

Dosen budidaya pertanian, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Dr Cecep Hidayat MP, mengatakan bahwa wortel menghendaki tanah gembur. “Kalau tanah gembur, umbi lebih mudah tumbuh besar asal pemupukan baik,” katanya.

Budidaya Wortel Berastagi Bermutu Prima

H-0 pembuatan bedeng : Garu bedengan untuk persiapan penanaman dengan kerapatan 10 cm. Tabur benih merata di legokan hasil garu. Tutup benih dengan tanah, lalu ratakan dengan ranting pohon berdaun.

H-3 aplikasi kompos dan pupuk dasar : Taburkan 8—10 ton pupuk kompos per ha di permukaan bedengan hingga merata. Campurkan 150 kg pupuk nitrogen (N), 250 kg pupuk fosfor (P), 300 kg pupuk kalium (K), dan 3 kg asam humat. Taburkan campuran pupuk di permukaan bedengan.

H-4 garitan: Buat bedengan dengan lebar 80—100 cm untuk musim hujan, dan 100—120 cm saat kemarau. Jarak antarbedengan 25 cm.

H-5 penggemburan: Gemburkan tanah dengan cara dicangkul hingga kedalaman 25—30 cm.

H-7 persiapan lahan: Tebang pohon dan semak di lahan yang diperkirakan mengganggu proses budidaya.

H+5 aplikasi pestisida: Semprotkan pestisida dengan dosis sesuai petunjuk dalam kemasan.

H+21 aplikasi pupuk susulan: Larutkan 30 ml insektisida dan 0,3 g fungisida dalam 16 liter air, lalu semprotkan ke seluruh tanaman hingga merata. Semprotkan larutan pupuk cair dengan konsentrasi 50 ml per 16 liter air.

H+35 dan 60 penjarangan dan penyiangan : Penyiangan gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiangan sekaligus penjarangan. Pertahankan tanaman yang terbaik pertumbuhannya dengan jarak antartanaman minimal 5 cm.

H+70 pupuk susulan kedua: Taburkan pupuk yang mengandung K tinggi dan magnesium (Mg) dengan dosis 100 kg per ha.

H+95—105 pemanenan: Panen wortel dan lakukan seleksi.


Artikel Terbaru

Para Guru Berjibaku

Guru-guru dari berbagai pelosok Barito Utara menempuh perjalanan “tak biasa” ke Muarateweh untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Erni Iris menempuh...

More Articles Like This