Trubus.id — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong optimalisasi lahan marginal di bawah tegakan kayu putih dan jati di Kabupaten Gunung Kidul. Pemberian bantuan benih unggul bersertifikat padi dan jagung hibrida produk anak bangsa varietas RK 457 dan Betras 1 menjadi salah satu upaya mengoptimalkan lahan marginal.
Catur Setiawan, Koordinator Pengawas Benih Tanaman, secara simbolis menyalurkan bantuan benih jagung hibrida seluas 1.636 hektare atau sebanyak 24,540 ton yang tersebar di 14 kapanewon. Sementara itu, bantuan benih padi inbrida seluas 2.911 hektare atau sebanyak 72,775 ton benih padi.
Kepada petani penerima, Catur menyampaikan, dengan penggunaan benih unggul bersertifikat, pola budidaya tanam yang tepat, dan pemupukan berimbang serta jarak tanam yang tepat akan menghasilkan produktivitas yang signifikan.
“Dengan bantuan benih varietas unggul bersertifikat, diharapkan dapat mampu beradaptasi di wilayah Gunung Kidul, di mana varietas RK 457 berpotensi hasil mencapai 13,4 ton per hektare dan Betras 10,07 ton per hektare,” jelas Catur seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
Apalagi menurutnya, varietas yang dibagikan itu memiliki keunggulan agak tahan terhadap penyakit utama jagung seperti bulai, karat daun, dan bercak daun. Dengan penggunaan benih unggul bersertifikat, dapat meningkatkan produktivitas hasil sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Bahkan jika itu berhasil, ke depan berpotensi sebagai salah satu solusi mendukung pakan ternak di wilayah sekitar, hingga menjadi pemasok bagi peternak di Blitar yang selama ini selalu kekurangan bahan baku pakan ternak dari jagung.
Terpisah, Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, mengatakan, Kementan terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung dengan pemanfaatan lahan marginal dengan pola tumpang sari, guna menghasilkan pendapatan tambahan selain tanaman pokok.
Heri Susanto, Wakil Bupati Gunung Kidul, sangat mengapresiasi program Kementan dalam meningkatkan produksi padi dan jagung. Dukungan Kementan dinilai sebagai langkah untuk menghadapi tantangan krisis pangan global.
“Petani perlu segera mengolah dan mengoptimalkan lahan marginal yang berbatu di Gunung Kidul, dan memanfaatkan hujan tiba dan mengolahnya untuk menjadi lumbung pangan secara mandiri untuk petani di sekitar,” papar Heri.
