Wednesday, April 24, 2024

Cara Mencegah Serangan Layu Bakteri dan Fusarium pada Tanaman Melon

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Serangan cendawan Fusarium sp. Pada melon membuat pekebun merugi.  Cendawan dan bakteri lebih gencar menyerang pada musim hujan. Ciri-cirinya muncul miselium yang berwarna abu-abu kehijauan di dalam buah. Selain itu pekebun melon was-was dengan serangan bakteri Erwinia sp.

Itu Gejala sepreti daging buah busuk, berlendir, dan kadang-kadang berbau. Jika serangan itu dibiarkan dapat merugikan pekebun hingga 100% alias gagal panen. Kedua patogen itu menyukai kondisi lembap.

Serangan kedua penyakit itu membusukkan buah biasanya 3—4 hari pascapanen. Biasanya saat awal panen mulus, tapi setelah 3—4 hari kulit luar tampak kecokelatan. Salah satu upaya mencegahan yakni mulai dari menggunakan benih berkualitas.

Benih juga direndam dahulu dengan fungisida maupun bakterisida. Perendaman itu untuk mematikan dan mencegah cendawan maupun bakteri yang menempel pada benih. Selain itu pemilihan benih juga penting.

Jika kedua penyakit itu ditularkan melalui benih, maka pencegahan paling efektif adalah memastikan benih yang kita beli terbebas dari penyakit. Jika penyebab serangan yang berbeda itu juga kemungkinan karena ketahanan kedua varietas melon terhadap sebuah penyakit berbeda pula.

Untuk mencegah penyakit akibat cendawan, Menurut ketua Ikatan Petani Melon Cilegon (IPMC), Ade Dwi Adedi, dapat menggunakan fungisida yang mengandung unsur tembaga (Cu). Ade mengocorkan fungisida itu dua kali dalam satu periode tanam yaitu pada umur 35 hari setelah tanam (HST) dan 45 HST. Hasilnya, kondisi tanaman bisa terhindar dari penyakit itu.

Adapun pekebun melon Tatang Halim mencegah serangan cendawan misalnya ia rutin menyemprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb, propineb, azoksistrobin, dan difenokonazol sekali sepekan secara bergantian dengan dosis sesuai petunjuk di kemasan.

Namun, jika sudah terserang penyakit, frekuensi penyemprotan fungisida menjadi dua kali seminggu setengah dosis anjuran. Ketika muncul gejala serangan bakteri, Tatang juga mengocorkan bakterisida berbahan aktif oksitetrasiklin dengan dosis yang tertera di kemasan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lirik Potensi Briket untuk Shisha, Tom Cococha Baru penuhi 40% Permintaan dari Mancanegara

Trubus.id—Potensi briket arang kelapa kian menggeliat. Direktur Utama PT Tom Cococha Indonesia, Asep Jembar Mulyana, menuturkan briket arang kelapa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img