Saturday, January 17, 2026

Cara Mencegah Serangan Patek pada Tanaman Cabai

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Banyak petani cabai yang sering mengalami gagal panen. Penyebabnya adalah serangan penyakit patek atau antraknos kerap menyerang tanaman cabai milik petani. Tentunya, gagal panen akan membuat petani merugi jutaan rupiah. Untuk itu, sangat penting berupaya mencegah serangan patek pada tanaman cabai.

Salah seorang petani cabai yang merugi karena serangan antraknos adalah Nur Anas Prabowo. Petani cabai di Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu merugi puluhan juta rupiah.

Kerugian itu dideritanya saat menanam cabai di lahan seluas 1000 m². Serangan penyakit antraknos menjadi momok paling menakutkan petani cabai.

Menurut Abdul Fajar, petugas penyuluh lapangan di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, patek susah dikendalikan. Gejalanya muncul bercak-bercak kecokelatan yang membuat buah cabai busuk. Jika serangannya berat, petani gagal panen seperti pengalaman Anas.

Untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici itu, petani kerap menggunakan pestisida kimia berbahan aktif propineb dan mankozeb.

Namun, pengalaman Anas, fungisida kimia masih kewalahan melawan patek. Akhirnya, petani ada yang memilih tidak tanam cabai di musim hujan seperti pada Oktober–Desember karena risikonya besar.

Menurut Abdul Fajar, sejatinya penyakit patek bisa dikendalikan dengan pestisida buatan sendiri. Ia menganjurkan ke petani menggunakan pestisida yang lebih ramah lingkungan, tetapi efektif mengendalikan patek.

Untuk mengetahui cara pembuatan pestisida ramah lingkungan yang ampuh mengatasi antraknos yang disarankan oleh Fajar, Anda bisa membacanya lebih lanjut di Majalah Trubus Edisi 635 Oktober 2022.

Majalah Trubus mengulas tuntas cara mengatasi antraknos dengan mudah. Saat serangan antraknos dapat diatasi, otomatis produktivitas cabai pun akan meningkat.

Segera dapatkan Majalah Trubus Edisi 635 Oktober 2022 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img