Thursday, January 22, 2026

Cara Mudah Olah Sawi jadi  Kimci

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Warga Lengkonggudang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Ida Amal mengolah sawi menjadi kimci berasal dari kebun sendiri.

Ida menanam berbagai sayuran dan buah di halaman rumah. Semula, ia menanam hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sayur dan buah pribadi.

Namun, terkadang hasil panen pun melimpah sehingga ia mengolah sayur menjadi beragam penganan awetan. Alumnus Universitas Gadjah Mada itu, mengolah mentimun Coccinia grandis menjadi acar. Penganan itu lebih tahan lama.

Salah satu olahan pilihan lainnya yakni kimci. Kimci dan acar merupakan teknik pengawetan makanan secara alami, caranya mudah, serta meningkatkan masa simpan dalam waktu yang lebih lama.

Ida Amal mengolah kimci berbahan seperti sawi, kubis, dan lobak. Penganan itu beberapa tahun terakhir tengah naik daun seiring popularitas budaya atau drama korea. Ida pun memeroleh pengetahuan kimci setelah mengikuti kursus di Seoul, Korea Selatan.

Menurut Nobuko Hongu dan tim peneliti dari University of Arizona, Amerika Serikat, manfaat mengonsumsi kimci sebagai probiotik dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Peran bakteri asam laktat dalam kimci itu juga berefek antiinflamasi dan antikanker.

Bahan :

Sawi putih (3 buah), garam (300 gram), bawang putih (10—15 siung), bawang bombai (1,5—2 buah), rimpang jahe (± 5 cm), buah pir (1 buah), umbi lobak (3 buah), bubuk cabai merah (10 sendok makan), kecap ikan (10 sendok makan), gula (2 sendok makan), dan minyak wijen (1 sendok teh).

Cara Membuat :       

  1. Cuci sawi, belah menjadi empat bagian, rendam dengan garam selama 1 jam, dan  tiriskan.
  2. Parut bawang putih, rimpang jahe, lobak, dan pir. Tambahkan cincangan bawang bombay, lobak, bubuk cabai, kecap ikan, gula dan minyak wijen.
  3. Oleskan bumbu kimci pada permukaan daun sawi.
  4. Masukkan semua bahan ke dalam stoples hingga terisi ¾ bagian.
  5. Simpan penganan di suhu ruang selama 3—4 hari. Buka tutup stoples dan tekan tekan setiap hari agar gasnya keluar.
  6. Setelah empat hari kimci siap dinikmati dan simpan di dalam kulkas.
Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img