Wednesday, January 28, 2026

Cara Mutakhir Jemput Kurkumin

Rekomendasi
- Advertisement -

Senyawa aktif dalam rimpang kunyit multikhasiat. Produsen menjemput senyawa itu dengan teknologi canggih.

Javaplant mengekstrak kunyit terstandar secara modernAktivitas Prof Dr Supardjan Amir Margono MS Apt pada pagi hari selalu ajek dalam 14 tahun terakhir. Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada itu mengambil 3 rimpang kunyit seukuran ibu jari tangan orang dewasa, mencuci bersih, lalu memblender hingga lumat. Doktor Kimia Farmasi alumnus Universitas Gadjah Mada itu lantas menyaring kunyit dan glek… ia meminumnya sebelum mengajar. “Saya mengonsumsi kunyit karena menderita diabetes,” kata Supardjan. Kadar gula darah Supardjan 250 mg/dl; kadar normal   200 mg/dl.

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada itu kembali mengulanginya menjelang tidur. Ia mengatakan kunyit baik bagi penderita diabetes karena mencegah pembekuan dan penggumpalan darah. Darah yang menggumpal menyebabkan seseorang mudah terkena stroke. Kunyit mengencerkan darah sehingga tidak kental dan terhindar dari risiko stroke. Rimpang itu mengandung senyawa kurkuminoid yang berwarna kuning dan terdiri atas kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin.

 

Mutakhir

Selain mencegah pembekuan darah kurkuminoid berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan analgesik. Sejatinya sumber kurkuminoid tidak hanya kunyit. Senyawa itu juga terkandung dalam temuputih Curcuma zedoaria, temulawak Curcuma xanthorrhiza, dan valeton Curcuma phaeocaulis. Menurut Bharat B Aggarwal dan rekan dari The University of Texas, Amerika Serikat, kadar kurkumin kunyit paling tinggi di antara anggota famili Zingiberaceae lain, yakni mencapai 3—8%, sedangkan valeton 3%, temulawak 1—2%, dan temuputih 0,1%.

Kandungan kurkumin kunyit paling tinggi di antara anggota keluarganya jahe-jaheanUntuk mendapatkan senyawa aktif itu PT Tri Rahardja mengekstrak rimpang anggota famili Zingiberaceae sejak 2010. Perusahaan pengelola merek Javaplant itu tertarik mengekstrak kunyit karena permintaan tinggi. Bahan baku berupa kunyit kering berkualitas antara lain bercirikan umur panen 8 bulan dan bebas cendawan. Keruan saja sebelum ekstraksi perusahaan itu menguji kadar air dan kandungan mikrob.  “Kami hanya menerima kunyit berkadar air maksimal 10% dan kandungan mikrob maksimal 1.000.000 cfu (colony forming unit, red) per gram,” ucap Maria Ulfah, manajer Kontrol Kualitas.

Sebelum masuk skala produksi Manajer Riset, Ir Budi Santoso, melakukan serangkaian uji coba di laboratorium dan skala pilot. Di kedua tahap itu Budi menetapkan parameter seperti jenis dan rasio pelarut serta suhu ekstraksi. Menurut Manajer Produksi, Suseno Arianto, untuk menghasilkan  1 kg kurkumin memerlukan 70 kg kunyit segar atau rendemen 1,4%.

Javaplant menggunakan teknologi LLE liquid liquid extraction atau ekstraksi cair ke cair. Menurut Suseno Arianto pengambilan bahan aktif kurkuminoid pada kunyit terhambat kandungan resin yang disebut oleoresin. Resin berbentuk kental cair mirip oli sehingga ekstrak tidak akan pernah kering. Sebab, resin menahan air. Untuk itu oleoresin dipisahkan melalui ekstraksi cair-cair. Artinya ekstraksi dengan pelarut cair menghasilkan bahan cair. LLE menggunakan pelarut etanol untuk memisahkan kurkuminoid dari oleoresin.

Tahap berikutnya evaporator atau mesin penguap akan memekatkan misela alias hasil ekstraksi menjadi 50% bahan aktif, yang disebut konsentrat. Javaplant menggunakan evaporator putar, misela dipanaskan dalam tabung berputar sehingga pelarut berkurang. Suhu pemanasan berkisar 40—500C, kecepatan putar evaporator berkisar 2—5 rpm. Sementara proses pengeringan dengan vakum. Tekanan vakum 0,5 bar, suhu 50—600C. Hasilnya serbuk dengan kadar pelarut maksimal 6% alias minimal 94% bahan aktif.

 

Sidomuncul butuh 60—140 ton kunyit segar per bulan untuk memperoleh kurkuminKemitraan

Selain Javaplant, PT Jamu Sidomuncul juga mengekstrak kurkumin. Perusahaan berlokasi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu mengolah kunyit sejak 1980-an. Saat itu kunyit digunakan sebagai bahan baku campuran jamu serbuk. Namun, sejak awal 2012 Sidomuncul mengekstrak kurkumin dan menghasilkan produk berbahan baku zat aktif itu. Sidomuncul hanya menerima bahan baku berkualitas prima demi mendapat khasiat kurkumin.

Perusahaan berumur 61 tahun itu mendapat pasokan kunyit segar dari petani binaan dan pemasok yang tersebar di Kabupaten Semarang, Karanganyar, dan Wonogiri—semua di Provinsi Jawa Tengah. Total lahan mencapai sekitar 300 ha dan melibatkan 1.000 petani. Dengan lahan seluas itu kontinuitas pasokan ke Sidomuncul pun terjaga. Menurut Bambang Supartoko SP MSi, anggota staf hubungan masyarakat PT Sidomuncul, perusahaannya membutuhkan 60—140 ton kunyit per bulan.

Bambang menuturkan ciri kunyit siap panen yakni tanaman sudah mengering. “Saat itu musim kemarau dan kunyit memasuki masa dorman,” kata Bambang. Ciri lain tanaman itu memiliki rimpang banyak dan besar serta saat rimpang dipatahkan tampak warna kuning di seluruh rimpang. “Yang paling mudah ciri kunyit siap panen jika rimpang berumur 8 bulan atau lebih setelah tanam,” ucap ayah 2 anak itu.

Sidomuncul mensyaratkan kadar air maksimal 10%. Padahal, menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) kadar air kunyit maksimal 12%. “Kami mengantisipasi meningkatnya kadar air selama perjalanan ke pabrik karena kunyit kering bersifat higroskopis,” kata Bambang. Untuk memperoleh kurkumin, Sidomuncul mengolahnya dari kunyit segar. Petugas mencuci bersih kunyit, proses menjemput kurkumin itu dimulai dengan mesin mutakhir.

Mesin pres menghancurkan rimpang hingga mengeluarkan cairan. Selanjutnya cairan itu yang masuk ke mesin ekstraksi berkapasitas 2 ton. Di mesin itulah kurkumin diekstrak dari kunyit. Sidomuncul menjual ekstrak tunggal kurkuminoid terstandar itu dalam bentuk kapsul yang berkhasiat menjaga kesehatan sistem pencernaan. Menurut Bambang mengonsumsi kurkuminoid menguntungkan karena dosisnya sudah terukur. “Kapan pun kapsul itu dikonsumsi, konsumen tetap mendapat khasiat sama,” kata pria berumur  44 tahun itu. Dengan proses produksi terstandar maka dapat diperoleh senyawa aktif sesuai kebutuhan. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Agohartono Arie Raharjo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img