Trubus.id — Selain menggencarkan riset, budidaya perlu dilakukan sebagai upaya menjaga teripang terhindar dari kepunahan. Ramadhan, menjadi salah seorang yang sukses membudidayakan teripang pasir.
Pria asal Desa Dukong, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, itu sukses membesarkan teripang pasir berbobot 250 gram. Artinya, tinggal 50 gram lagi mencapai bobot siap panen. “Ukuran siap panen minimal 300 gram,” kata Ramadhan.
Padahal, ia memelihara teripang itu baru 3 bulan. Kini, panjang teripang sekitar 15 cm, semula 4 cm. Ramadhan membudidayakan Holothuria scabra dalam kurungan tancap (pen culture) berukuran 5 × 5 m.
Kurungan terbuat dari batang kayu yang ditancapkan membentuk persegi panjang dan diberi jaring. Prinsipnya, kurungan itu membatasi areal laut untuk luasan tertentu agar teripang yang dipelihara terkurung. Dengan begitu, teripang tidak kabur dan terlindung dari serangan hewan pemangsa.
Menurut Gratia D. Manuputty, S.Pi., M.Si., dosen Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, teripang merupakan organisme yang hidup di dasar perairan dan pergerakannya relatif lambat.
“Meskipun pergerakannya lambat, desain dan konstruksi kurungan harus menjamin teripang tidak meloloskan diri dari wadah pemeliharaan,” kata Gratia.

Sebelumnya, Ramadhan lazim menangkap teripang pasir di alam. Kini, ia tidak perlu bersusah payah lagi berburu teripang ketika ada permintaan. Ia cukup berburu benih teripang di awal. Selanjutnya, ia mengumpulkan benih itu dalam kurungan dan mengamatinya setiap hari.
Pakan
Membudidayakan teripang pasir tergolong mudah. Ramadhan tidak perlu bersusah payah memberi pakan. Cukup berikan sekarung pupuk kotoran ayam per bulan yang berperan menumbuhkan plankton. Plankton itulah yang menjadi makanan sea cucumber—sebutan teripang dalam bahasa Inggris.
“Tidak ada pakan tambahan,” ujar Ramadhan.
Menurut Gratia, ada juga yang memberi pakan berupa campuran dedak dan kotoran ayam kering dan halus. Caranya, campur kedua bahan itu menjadi satu dan masukkan ke karung.
Beri lubang-lubang pada karung dan letakkan dalam kurungan tancap. Satu karung pakan dapat digunakan selama beberapa hari. Jumlah pakan harus selalu diperhatikan. Peternak harus memperhatikan peningkatan dosis pakan setiap bulan seiring pertambahan bobot teripang.
Gratia menuturkan, pakan teripang juga berbagai material organik dan detritus atau sisa makhluk hidup yang terdapat pada sedimen. Selain berbagai jenis plankton, pakan teripang meliputi polichaeta, protozoa, copepoda, cangkang moluska, kotoran hewan lain, dan kotoran sendiri.
Teripang memiliki tentakel untuk menangkap partikel makanan dengan berbagai ukuran. Tentakel juga digunakan untuk mengaduk atau mendorong partikel makanan langsung ke mulut. Teripang pun mendorong atau menyapu partikel makanan yang besar ke arah mulut. Jika teripang berasal dari benih berukuran 4 cm, akan siap panen setelah pemeliharaan selama 6–8 bulan.
