Friday, December 2, 2022

Cerita Purba di Atas Pot

Rekomendasi

Tangan dingin Djadi Budianto membentuk dua Adenium obesum menyerupai satwa tyrannosaurus. Dinosaurus pemangsa daging itu ditanam pada media pasir malang yang ditempatkan di kayu santigi. Sebelumnya batang santigi dipahat sehingga membentuk cekungan berkedalaman 2-3 cm. Cekungan itulah yang menjadi pot adenium. Bagian dasar cekungan dilubangi untuk drainase. Hasilnya, sosok tyrannosaurus yang tengah merangkak di batang pohon.

Djadi sengaja memilih santigi sebagai aksesori. ‘Santigi disukai pebonsai karena karakter batang sangat tua. Saya gunakan tanaman itu untuk menambah kesan purba,’ ujar pria asal Solo itu. Namun, yang digunakan adalah santigi mati. ‘Kalau yang hidup kan sayang,’ katanya. Batang pohon mati diperoleh dari salah seorang rekan.

Gagal

Adenium lainnya ditanam di pot semen. Permukaan pot dirancang menyerupai tekstur bebatuan dan dibalut dengan pernis sehingga menimbulkan kesan purba. Adenium mirip tyrannosaurus yang siap menerkam itu ditanam berhadapan dengan yang pertama sehingga seperti hendak bertarung. Djadi juga menambahkan kaktus dan latar batu yang dipahat menyerupai tebing. ‘Tujuannya untuk menambah kesan purba,’ tuturnya.

Rancangan bertema jurassic park lainnya tak kalah menarik. Kali ini Djadi membentuk obesum menyerupai mammouth alias gajah purba. Gajah itu tengah berteduh di bawah pohon purba yang terbuat dari santigi. Di atas pohon terdapat 2 adenium berbentuk reptil yang tengah merangkak. Seperti rancangan pertama, Djadi menambahkan aksesori pahatan batu dan kaktus. Hanya saja ukuran pot lebih kecil.

Kreativitas Djadi itu diacungi jempol para kolega sesama penggemar tanaman hias. Oleh sebab itulah ia terdorong menyertakan adenium unik rancangannya di ajang kontes INA Adenium Championship pada Juni 2007. Koleksinya itu terjun di kelas unik kreasi.

Sayang, kreasi Djadi itu gagal menggapai nilai tertinggi. Menurut Andy Solviano Fajar, koordinator juri, penilaian adenium lebih fokus pada keunikan sosok dan kondisi tanaman. Sedangkan koleksi Djadi didominasi aksesori untuk memperkuat tema. ‘Kondisi tanamannya kalah prima dibandingkan peserta lain,’ katanya.

Gaya adenium unik seperti koleksi Djadi memang belum begitu populer di tanahair. Ia menggabungkan keunikan sosok adenium dengan menambahkan aksesori dan menggunakan pot-pot unik. Pot-pot unik dipesan dari pengrajin ukiran batu di bilangan Bekasi. Menurutnya nilai estetika adenium unik bertambah bila dirangkai dan dipadukan dengan aksesori yang memperkuat tema adenium unik itu sendiri.

Sayangnya sistem penilaian kontes adenium yang saat ini diterapkan belum mewadahi kreativitas Djadi. Apalagi kekuatan tema hanya menyumbang 10% dari total nilai. Nilai terbesar disumbangkan dari kesehatan tanaman. ‘Kalau ada lomba kategori rangkaian adenium, mungkin bisa menang,’ ujar Andi.

Pertapa

Meski demikian, Djadi tak surut menciptakan adenium unik. Selain jurassic park, ia juga membuat adenium unik bertema pertapa. Adenium obesum setinggi 25 cm dan berdiameter bonggol 7 cm diukir membentuk seorang pertapa berperut gendut.

Hasil ukiran itu meninggalkan luka yang cukup lebar. Meski begitu, Djadi merawat luka itu sehingga terbebas dari penyakit. Caranya dengan membalutkan lelehan lilin di sekujur luka untuk mencegah tumbuhnya cendawan. Lapisan lilin dibiarkan melindungi luka hingga 3 bulan sampai kering. Adenium juga disimpan di tempat teduh untuk menghindari guyuran hujan. Untuk memperkuat tema, Djadi memadukan adenium dengan pot berbahan batu yang diukir membentuk singgasana pertapaan.

Adenium unik lainnya bertema kutukan. Anggota famili Apocinaceae itu diukir menyerupai sosok manusia dengan sisik di sekujur tubuh. Adenium ditanam dalam pot berbentuk mulut gua. Menurut Djadi adenium unik itu menceritakan seseorang yang dikutuk menjadi manusia ular dan menetap di dalam gua.

Ada lagi adenium unik bertema sesajen kepala kerbau. Sosok kepala kerbau berasal dari adenium yang akarnya bercabang dua. Batang adenium yang merunduk dipangkas lalu dibentuk menyerupai moncong kerbau. Untuk mempertegas sosok kepala, Djadi menambahkan aksesori mata seukuran biji saga. Sang mawar gurun ditanam dalam pot menyerupai helai kain berwarna merah. Kepala kerbau yang diletakkan di permukaan kain mirip sesajen yang kerap dipersembahkan dalam upacara seren laut di pantai utara dan selatan Jawa.

Selancar

Masih terinspirasi film, Djadi juga menyulap adenium menyerupai sosok singa yang tengah mendongak. Ia terinspirasi film kartun Lion King. Ia teringat salah satu adegan film yang menggambarkan Simba, seekor anak singa, sedang berdiri di ujung tebing. Oleh sebab itu, untuk mempertegas tema, Djadi menggunakan pot batu yang diukir membentuk tebing seperti dalam film.

Nun di Bali, Gus De juga memadukan adenium unik dengan balutan pot hasil kreasi untuk mempertegas tema. Bonggol adenium unik karyanya menyerupai peselancar yang tengah menaklukkan gulungan ombak. Pria asal Denpasar itu menambahkan aksesori miniatur papan selancar dan pot yang menyerupai ombak. Hasil kreasi Gus De itu tidak sia-sia. Ia berhasil menyabet juara ke-2 kategori unik kreasi pada kontes adenium di Kabupaten Gianyar, Bali, Mei 2007. Kesuksesan itu berkat adenium unik yang dibalut aksesori sehingga tampil lebih hidup. (Imam Wiguna)

 

Previous articleCoba Sendiri
Next articleAgar si Belang Prima
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img