Friday, December 9, 2022

Dentang Buah Lonceng Baru

Rekomendasi

Pohon jambu yang sarat buah itu ada di kebun Kasem Usman di Tanjungagung, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Saat Trubus berkunjung pada pertengahan November 2007, anggota famili Myrtaceae itu memang tengah berbuah lebat.

Usman menyebut namanya milo. Penampilan buahnya gampang dibedakan dari citra yang mendominasi kebun. Milo berukuran besar dengan bentuk lonceng tapi pendek, citra tinggi berwarna cerah.

Trubus melihat 1 ranting sebesar jari telujuk digelayuti 15 buah milo masing-masing berbobot 200 g. Diameter bibir jambu itu hampir sama dengan diameter bola tenis. Warnanya yang merah tua kecokelatan, menarik untuk dicicipi. Ketika dibelah terlihat daging buah tebal tanpa biji. Rasanya manis segar. Menurut Usman kadar kemanisannya sekitar 10o briks.

Produktif

Tak hanya besar, merah, dan manis, milo produktif. Meskipun baru panen pertama, ada 15 kg buah yang bisa dipetik dari satu tanaman umur 20 bulan itu. ‘Padahal, itu sudah saya jarangkan,’ kata Usman. Setiap dompol disisakan 4-5 buah.

Hampir semua buah hasil penjarangan berbentuk sempurna. Saking lebatnya buah, dahan-dahan menjuntai ke tanah. Untuk mencegah ranting patah, Usman meniru cara Thailand. Setiap ujung ranting ditambatkan pada rangka besi yang mengelilingi tanaman menggunakan tali rafia.

Milo bukan jambu baru bagi Usman. Pada masa kecilnya di Deliserdang, Sumatera Utara, suami Christina Ilyas itu pernah mencicipi buahnya. Milo sebutan di sana. Kerabat cengkih itu lantas dipelihara oleh ayah Usman di Tangerang. Empat belas tahun lalu, turunan pohon di Tangerang ditanam di kebun Usman di Lampung.

Yang Trubus lihat pada panen perdana November 2007 itu, hasil peremajaan. Dua tahun lalu, Usman membabat pohon itu sampai batangnya rata dengan tanah. Dua minggu berselang muncul lebih dari 10 tunas muda. Dari tunas-tunas itu, ia sisakan satu tunas untuk dipelihara. Karena berada di antara tanaman jambu citra, tanaman milo ‘baru’ itu kecipratan intensifnya perawatan citra. Hasilnya, 20 bulan pascapenebangan, milo berbuah lebat.

Baru

Bongsornya buah milo mirip dengan mutiara super di Taman Wisata Mekarsari (TWM), Bogor. Bedanya, jika milo bentuknya mengerucut, mutiara super silinder seperti gelas. Jambu hasil eksplorasi di Tangerang, Jawa Barat, itu warnanya merah tua dengan bobot antara 200-250 g per buah.

Ukuran yang besar itulah yang membuat namanya diembel-embeli kata super. Dari segi rasa, jambu ini layak dikonsumsi. ‘Rasanya manis dengan sedikit asam sehingga terasa segar,’ tutur AF Margianasari, kepala Bagian Produksi Buah di TWM. Bentuk dan ukurannya mirip mutiara pink.

Jenis lain, mekarsari. Pada 1997, saat staf produksi TWM menginventarisir koleksi kebun, ditemukanlah jambu yang belum teridentifikasi tapi kualitasnya prima. Terbukti ia pernah memenangi kontes buah unggul nasional 2003 yang diadakan Trubus.

Kadar kemanisannya sampai 12o briks. Penampilannya pun menarik. Warnanya hijau dengan kelopak di bibir buah kemerahan. Sangat cocok untuk tabulampot lantaran buah berwarna cantik itu muncul bergerombol di batang utama, bukan di ranting seperti jambu air lain. Karena tak terlacak asal-usulnya, maka dinamakanlah mekarsari.

Mutiara super, mutiara pink, dan mekarsari biasanya dinikmati pada September-Oktober. Di luar musim itu, buah sulit didapat. Beda dengan varietas toon klauw yang buahnya bisa dinikmati 4 bulan berturut-turut: Juli-Oktober. Jambu introduksi dari Thailad itu warnanya hijau muda. Buah berbentuk runcing, rasa lebih manis daripada mutiara super, tapi bobotnya hanya berkisar 100 g per buah. Dari Lampung hingga negeri Siam, buah lonceng pun berdentang. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Karjono)

 

Previous articleCoba Sendiri
Next articleAgar si Belang Prima
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img