Trubus.id–Kementerian Perdagangan RI menggelar China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum 2025 di Auditorium Kemendag Jakarta pada Selasa (18/3). Acara itu merupakan hasil kolaborasi antara Kemendag, Kedutaan Besar RI di Beijing, dan China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA).
Menteri Perdagangan Budi Santoso yang membuka acara tersebut menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok serta menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha kedua negara untuk membangun komunikasi yang lebih efektif.
Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa Indonesia adalah produsen terbesar sarang burung walet berkualitas premium dengan standar pengolahan yang ketat dan memenuhi regulasi internasional.
“Forum ini kami harap dapat semakin menonjolkan keunggulan sarang burung walet Indonesia sehingga berkontribusi memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya.
Mendag juga berharap forum ini dapat mempererat kemitraan antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli dari Tiongkok. Dengan dukungan CAWA dan kerja sama dengan otoritas Tiongkok, Indonesia optimistis perdagangan sarang burung walet dapat semakin lancar dan meningkat.
“Kerja sama pelaku usaha kedua negara dapat menciptakan ekosistem perdagangan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Pemerintah RI mengharapkan sinergi dengan asosiasi, para eksportir, dan pemerintah daerah untuk semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar sarang burung walet dunia,” ungkapnya
Saat ini, Indonesia merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di dunia, dengan Tiongkok sebagai pasar utamanya. Pada 2024, ekspor sarang burung walet Indonesia ke dunia mencapai 428 juta dolar AS.
Di sisi lain, Tiongkok mengimpor sarang burung walet dari dunia sebesar 634,95 juta dolar AS, di mana hampir 70 persen atau senilai 428,79 juta dolar AS berasal dari Indonesia.
Dalam lima tahun terakhir (2020–2024), ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok mengalami pertumbuhan positif dengan tren sebesar 3,75 persen. Selain Tiongkok, negara tujuan ekspor lainnya adalah Hongkong (62,35 juta dolar AS), Vietnam (22,01 juta dolar AS), Singapura (17,81 juta dolar AS), Amerika Serikat (14,71 juta dolar AS), dan Taiwan (7,75 juta dolar AS).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menambahkan bahwa forum ini merupakan gelaran ketiga setelah sebelumnya diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI pada 2023 dan 2024.
“Forum sarang burung walet Indonesia-Tiongkok juga dapat menjadi wadah pertukaran informasi tentang perkembangan dan tren terbaru pasar burung walet, serta mendorong kebijakan dan regulasi sesuai kebutuhan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam forum ini,” ujar Puntodewi pada siarab pers.
Chairman CAWA, Ma Zengjun, berharap forum ini dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok untuk saling memahami serta merancang kebijakan perdagangan sarang burung walet kedua negara di masa depan.
Forum ini juga menghadirkan sesi dialog yang membahas kebijakan sarang burung walet dengan narasumber Direktur Manajemen Risiko Karantina Hewan dari Badan Karantina Indonesia, Anes Doni Kriswito; Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia, Boedi Mranata; serta Ketua Umum Perkumpulan Eksportir Komoditas Indonesia-Tiongkok (PEKIT), Mulyanto.
Dalam sesi tersebut, para pemateri menekankan pentingnya promosi standar produk sarang burung walet Indonesia di pasar internasional. Standar ini mencakup dua aspek utama, yaitu keamanan pangan dan kualitas produk, yang meliputi kandungan nutrisi serta tampilan sarang burung walet. Dengan menerapkan standar ini, daya saing ekspor sarang burung walet Indonesia di kancah global diharapkan semakin meningkat.
China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum 2025 diikuti oleh 30 pelaku usaha sarang burung walet Indonesia, 30 anggota CAWA asal Tiongkok, serta 5 asosiasi sarang burung walet Indonesia. Forum ini juga dilanjutkan dengan sesi penjajakan kerja sama bisnis (business matching) antara pelaku usaha kedua negara.
