Trubus.id—Perekayasa Ahli Muda di Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nila Kusumawaty, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam memperluas pasar singkong hingga ke kancah internasional.
Menurut Nila, produk olahan singkong seperti keripik dan tepung singkong mulai menarik perhatian konsumen di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan produk singkong ke pasar global.
“Minat internasional terhadap produk singkong semakin meningkat, dan kita perlu mendukung para produsen Indonesia untuk meningkatkan kualitas serta mendiversifikasi produk mereka agar bisa bersaing di pasar internasional,” ujar Nila dilansir pada laman BRIN.
Nila menambahkan bahwa pasar global memberikan keuntungan besar bagi petani dan produsen dalam memperluas usaha mereka. Singkong pun berpotensi besar untuk mendukung perekonomian dan ketahanan pangan Indonesia.
Nila juga menjelaskan berbagai produk olahan singkong yang bisa dikembangkan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Contohnya adalah pengolahan pati singkong menjadi gula singkong, keripik singkong, dan produk berbasis tapioka yang dapat menjadi alternatif makanan ringan yang lebih sehat dibandingkan produk berbahan dasar kentang atau jagung.
Selain itu, singkong juga dapat diolah menjadi tepung pengganti terigu yang bebas gluten. Tepung singkong ini cocok untuk mereka yang sensitif terhadap gluten yang terdapat pada gandum dan serealia lainnya.
Nila juga mengutip beberapa penelitian yang menunjukkan kandungan gizi tinggi pada bagian daun muda singkong. Setiap 100 gram daun muda singkong mengandung 73 kalori, 13 gram karbohidrat, serta berbagai vitamin, mineral, dan kalsium.
Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Suhendra pada 2004 menyebutkan bahwa daun singkong memiliki kandungan klorofil yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman lain seperti bayam, kangkung, atau kemangi.
Data produksi singkong nasional menunjukkan bahwa Indonesia memproduksi singkong dalam jumlah besar. Pada tahun 2023, Indonesia menghasilkan 18,3 juta ton singkong, menjadikannya salah satu negara penghasil singkong terbesar di dunia.
Produksi singkong tersebar di 13 provinsi, dengan lima provinsi utama penghasil singkong, yaitu Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya BRIN untuk memberikan pengetahuan kepada para pelaku UMKM tentang pemanfaatan hasil riset dan inovasi. Kegiatan ini juga bagian dari Memorandum of Agreement antara Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM – BRIN dengan Inovasi dan Korporasi Akademik Universitas Widyatama (INKOPA UTAMA).
