Thursday, August 18, 2022

Dari LBUN 2004 Kemenangan Para Penantang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di kelas durian, tong medaye kiriman Ir Ahmad Sarjana dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, tak tertandingi. Para juri yang terdiri atas Prof Dr Sri Setyati Harjadi, guru besar Institut Pertanian Bogor; Drs Hendro Soenarjono, pakar hortikultura; Rudi Sendjaja, praktisi pemasaran buahbuahan; dan Trubus, sepakat Durio zibethinus dari pohon berumur lebih dari 100 tahun itu yang terbaik.

Daging buah yang kuning kontras dengan kulit yang hijau menarik. Rasanya manis legit dengan aroma lembut. Durian tembaga batu layang asal Bengkulu pun harus rela berada di posisi pemenang harapan.

Baru

Kemenangan buah-buah yang kali pertama mengikuti LBUN pun terjadi di kelas mangga, jambu air, dan salak. Pemuncak di kelas mangga diraih oleh arumanis 143 dari PT Trigatra Rajasa, Situbondo, dan arumanis sweet green milik Willopo K, Pasuruan. Padahal di kelas itu lazis djiddan, golek campursari, dan sengir–pemenang LBUN 2003—ikut bertarung.

Di kategori jambu air, kemenangan diraih oleh 2 jambu air kiriman Dinas Pertanian Provinsi Bulungan, Kalimantan Timur. Madu hijau yang berkulit hijau dengan semburat merah dan rasanya manis menjadi jawara. Rose apple introduksi dari Malaysia itu menyisihkan madu merah di posisi harapan.

Sementara kelas salak yang tahun silam tanpa pemenang, kini dipuncaki oleh varietas mawar 03 koleksi Gregori Hambali di Bogor. Keistimewaan Salacca edulis itu selain manis, beraroma harum. Sebagai pemenang harapan, muncul salak kiriman Sumarji dari Bontang, Kalimantan Timur.

Hanya di kelas jeruk dan belimbing para kampiun tahun silam kembali mengukuhkan kedigjayaan. Di kategori jeruk, soe dan hickson kiriman Iwan Santosa dari Nusa Tenggara Timur hanya bertukar tempat. Kali ini hickson yang lebih unggul. Sementara di kelas buah bintang, belimbing dewa baru—pemenang tahun silam—harus puas di posisi harapan. Gelar terhormat diraih “tetuanya”, varietas dewa, milik H. Usman di Depok.

Periode 2005

Total jenderal peserta LBUN 2004 sebanyak 60 kontestan. Jumlah terbanyak terdapat di kelas durian dan mangga, masing-masing sebanyak 11 jenis. Sayang dari 9 kelas yang dilombakan, ada 3 kategori yang tanpa pemenang, yaitu duku, pisang, dan pepaya. Musababnya, kontestan di kelaskelas itu kurang dari prasyarat sebanyak 4 peserta.

Toh, LBUN 2005 telah bergulir. Itu kesempatan untuk peserta yang tersisih u n t u k k e m b a l I mengadu peruntungan. Tahun depan siapa tahu roda pedati berputar ke atas. Untuk k a l i i n i , selamat kepada para pemenang. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img