Wednesday, August 10, 2022

Dinding Laut dalam Rumah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dinding kayu di pojok ruang pameran itu tampak mencolok. Alih-alih berwarna putih seperti dinding di bagian lain, malah terlihat merah dengan hiasan akuarium yang menempel. Dalam akuarium, beberapa clown fish tampak berenang hilir-mudik di dalam akuarium. Dari jauh tampak bagaikan lukisan bergerak. List kayu berwarna cokelat muda sungguh serasi dengan karang berwarna putih dan clown fish berwarna jingga. ‘Sungguh enak dipandang,’ kata Lina Tan, salah seorang pengunjung pameran.

Kreasi akuarium dinding itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Sejak tahun 70-an akuarium dinding juga sudah dikenal di tanahair. Ukurannya juga beragam. Yang menarik, kreasi akuarium buatan Aquatic Style yang Trubus saksikan di Singapura itu diisi oleh biota laut. ‘Selama ini akuarium dinding diisi oleh biota air tawar,’ kata Angela dari Aquatic Style. Hal senada diungkapkan oleh Kosim Karman, business manager Water Decor, di Jakarta. ‘Akuarium dinding yang ada di Indonesia masih didominasi oleh ekosistem air tawar,’ kata Kosim.

Aquatic Style, perusahaan pembuat akuarium di Singapura meluncurkan kreasi tersebut bertepatan dengan ajang Aquarama 2007. Mereka membuat akuarium dinding dengan berbagai ukuran, mulai dari 45,7 cm x 39, 4 cm x 14 cm sampai yang terbesar 242,6 cm x 39,4 cm x 14 cm. Akuarium-akuarium itu ditempatkan rata dengan dinding. Ada dua cara pemasangan, pertama dengan membobok dinding lalu akuarium ditanam ke dalamnya. Cara kedua dengan hanya menempelkan akuarium pada dinding. ‘Tinggal pilih cara mana yang disukai,’ tambah Angela.

Seperti akuarium laut di Indonesia, Angela pun mengatur isi akuarium sehingga mirip habitat aslinya. Jejeran batu karang dapat melengkapi kehadiran clown fish dan blue tounge. Agar tampak alami, ekosistem di dalam akuarium dibuat berkontur sehingga mirip gua, pegunungan, palung, atau taman laut. ‘Hasilnya akan tampak seperti aslinya,’ kata Kosim. Harganya? Hanya Rp4,5-juta-Rp7,5-juta. Jauh lebih murah daripada akuarium air laut biasa berukuran 1,5-2 m yang banyak dijual di sini.

Perawatan

Selain cantik, akuarium itu pun tidak membutuhkan tempat luas. ‘Tipe akuarium ini cocok untuk hobiis yang memiliki ruang sempit,’ kata Angela. Bahkan untuk yang supersibuk, model itu pas karena tak perlu perawatan khusus. Cukup ganti air sebulan sekali. Setiap ganti air, 50% air akuarium ditambah dengan air laut baru. Saat itu pula, pasir di dasar akuarium perlu dicuci bersih.

Menurut Angela akuarium itu sudah dilengkapi dengan filter biologis berisi spons dan bioball. Paling banter yang dilakukan hanya membersihkan spons dan membuang air sebanyak 20-30%. Hal itu minimal dilakukan seminggu sekali, agar kotoran yang mengandung kadar amonia tinggi itu tidak meracuni biota laut. Agar kesehatan ikan dan terumbu terjaga, seminggu sekali 5-10 ml iodine diteteskan. Begitu pula pemberian 1 sendok teh strontium dan 10-15 ml kalsium. Keduanya diberikan 2kali per minggu.

Jangan lupakan pakan. Udang rebon, cacing darah, atau pelet diberikan sehari 3 kali. Dosisnya sesuai kebutuhan ikan. Pemberiannya sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit untuk menghindari sisa pakan tenggelam ke dasar akuarium sehingga bisa mencemari air. Dengan begitu setiap saat keindahan laut senantiasa terpancar dari dinding rumah. (Lani Marliani/Peliput: Dian Adijaya Susanto)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img