Trubus.id— Plankton dan mikroba merupakan pakan alami belut seperti halnya ketika Monopterus albus itu hidup di sawah. Anda dapat memilih bahan baku pakan alami seperti sayuran dan buah busuk karena tersedia melimpah.
Poses pembuatannya sederhana. Mula-mula masing-masing bahan diblender, lalu dicampur dengan perbandingan 1:1. Campuran itu kemudian ditambah urine ternak yang berguna memperkaya nitrogen dan menaikkan unsur hara lain di tanah. Selanjutnya ditambahkan air mineral dan peram selama 24 jam.
Keesokan hari seember, setara 20 l, larutan itu ditaburkan ke kolam yang sudah ditebar bibit belut 3—4 hari sebelumnya. Dalam waktu seminggu belut akan terlihat aktif mencari pakan. Campuran ramuan itu diberikan setiap hari. Namun ramuan itu hanya tambahan. Pakan utama berasal dari cacing Lumbricus sp.
Menurut Dr Hardaningsih, dosen Perikanan Universitas Gadjah Mada, limbah menumbuhkan zooplanton dan hewan kecil yang berguna sebagai pakan alami. Namun, “Pakan alami akan efektif bila budidaya belut dilakukan di kolam kecil,” ucap Hardaningsih. Musababnya, di kolam kecil ketersediaan pakan alami lebih terkontrol.
Pertumbuh belut juga tergantung pada media. Media tumbuh harus matang benar sehingga tidak mengeluarkan amonia. Lenny memakai campuran jerami, lumpur sawah, dan pupuk NPK. Batang pisang tidak wajib, karena untuk sampai benar-benar mengalami fermentasi sempurna butuh waktu 6 bulan.
Begitu pula kotoran sapi. Untuk mematangkan media cukup dicampur larutan mikroorganisme seperti EM4 dan Dectro sebanyak ¼ l. Dalam waktu sebulan media siap dipakai. Pertumbuhan belut akan lebih bagus bila kolam dikondisikan seperti habitat aslinya—di sawah-sawah atau rawa.
Oleh karena itu Anda dapat menanam padi di setiap kolam yang nantinya akan berfungsi pula sebagai tempat tumbuh plankton. Jangan ditumpangsarikan dengan eceng gondok, sebab akan menghambat pertumbuhan plankton dan media mengeras. Selain media, bibit yang ditebar harus sehat.
Karena itu selama 3—4 hari sebelum ditebar bibit seukuran pensil dikarantina dalam kolam air bersih. Selama masa karantina bibit diberi campuran putih telur dan perasan rimpang kunyit setiap 2 hari. Tujuannya untuk menambah stamina. Setiap hari 100% air diganti agar kotoran terbuang.
Lokasi kolam turut menentukan pertumbuhan belut. Sebaiknya dekat sumber air. Mesti belut dapat hidup dalam kolam tertutup alias tidak ada sirkulasi air, pertumbuhan maksimal bila kolam diberi sirkulasi air. Musababnya, air masuk mendorong kotoran dan sisa pakan ke luar kolam; air baru menambah oksigen terlarut. Semua itu akhirnya meningkatkan nafsu makan belut.
