Mudahnya pengolahan kedua jenis jarak memungkinkan petani di pedesaan untuk memproduksi sendiri. Mesin pengempa daging buah juga dapat didesain sesuai kebutuhan. Pada skala industri rumah tangga, harga mesin pengempa sekitar Rp4-juta. Toh, pekebun dapat membangun koperasi sehingga harga mesin relatif murah. Untuk skala industri—sampai 10.000 ton per hari—harga mesin lebih mahal. Itulah yang sekarang tengah dikembangkan di beberapa sentra penanaman jarak seperti di SoE, Nusa Tenggara Timur.
Dengan harga jual Rp2.200 per kilo minyak, investasi yang dibenamkan bakal cepat kembali. Setidaknya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak bumi dalam kehidupan sehari-hari. Cara pengolahan jarak Jatropha curcas dan Ricinus communis sama saja. Berikut tahap pengolahan buah jarak.
1. Buah jarak dipanen ketika 75% buah di sebuah malai mengering. Cirinya, batas antarruang
biji—satu buah terdiri atas 3 biji—tampak jelas bergaris. Buah di sebuah tros atau malai tak
matang serempak. Jika menunggu kering semua dikhawatirkan buah yang lebih dulu kering
akan pecah. Biji pun berhamburan. Gunakan pisau tajam untuk memotong malai.
2. Seluruh hasil panen dijemur dibawah sinar matahari langsung selama 1—2 hari.Kadar air ideal
6%. Setelah itu biji diambil satu per satu dan dikumpulkan di sebuah wadah. Upayakan
mencuci tangan hingga bersih usai pengambilan itu. Jarak Ricinus communis mengandung
racun ricin; Jatropha curcas, racun kurkin.
3. Biji jarak kemudian digiling dengan mesin untuk memisahkan daging buah (75%) dan
tempurung yang keras (25%). Secara tradisional, pemisahan tempurung-daging buah
dilakukan dengan memukulkan palu sehingga cangkang keras pecah. Itu ditempuh setelah biji
direndam air panas.
4. Daging buah yang telah terpisahkan dari tempurung digiling hingga hancur setelah
sebelumnya disteam selama 0,5 jam pada suhu 170oC. Sekitar dua per tiga dari kernel jarak
mengandung minyak, protein, dan karbohidrat.
5. Daging buah itu kemudian dikempa atau dipres dengan mesin khusus. Minyak yang
terkandung dalam daging buah itu akan menetes melalui selang dan ditampung di sebuah
wadah. Itulah minyak kastor yang membeku pada suhu -10oC. Minyak kemudian disaring dan
sekarang dapat dimanfaatkan.
6. Racun ricin dan kurkin yang tertinggal dalam bungkil jarak membahayakan. Kadar racun jarak
yang ditanam di Indonesia belum diketahui. Sebagai gambaran jarak Ricinus communis yang
dibudidayakan di berbagai negara (Afrika Selatan, Israel, Turki) berkadar ricin 3,3—3,9 mg/g.
Karena komposisi kimia berbeda, setelah dipanaskan kurkin kehilangan daya toksiknya.
Sedangkan ricin dihilangkan dengan perlakuan kimiawi. Caranya menambahkan etanol dan
natrium hidroksida. Setelah dihilangkan, bungkil kaya protein itu berfaedah sebagai pakan
ternak.
7. Tempurung jarak nan keras itu juga masih dapat dimanfaatkan. Dengan pengolahan lebih
lanjut melalui teknologi pirolisa, limbah itu menghasilkan minyak yang bermanfaat sebagai
bahan bakar kompor. (Sardi Duryatmo)
