Thursday, June 13, 2024

Dua Kampus Dijadikan Nama Dendrobium Baru

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Selain karena bunganya yang elok dipandang, bagi penyilang anggrek, pemberian nama pada hasil silangan baru membuat anggrek itu kian filosofis. Seperti Dedek Setia Santosa, penangkar anggrek di Dadaprejo, Kota Batu, Jawa Timur, memberi nama anggrek baru silangannya dengan nama kampus, yaitu Dendrobium brawijaya university dan Dendrobium unila campus garden.

Dendrobium brawijaya university

Dendrobium brawijaya university mempunyai tampilan memesona dengan kuntum bunga yang seronok. Bunganya putih berlidah ungu. Sebagian muncul bercak (splash) keunguan.

Dedek membutuhkan waktu sekitar 4,5 tahun untuk merakit D. brawijaya university. Dedek menggabungkan gen D. prof nuhfil hanani dengan D. violaceoflavens. Karakter unggul kedua tetua D. brawijaya university itu dari segi batang yang kokoh daun tebal, bunga tebal, dan berbunga wangi. Sosok tanaman D. brawijaya university tidak terlalu tinggi meski ada gen D. violaceoflavens.

Hasil perkawinan D. prof nuhfil hanani dan D. violaceoflavens itu pun menghasilkan anggrek cantik yang rajin berbunga plus harum. Dedek merilis D. brawijaya university pada Desember 2020.

Menurut pebisnis anggrek di Magelang, Jawa Tengah, Ikhsan Nur Wicaksono, anggrek karya Dedek itu sangat menarik dari sisi warna karena kontras. Tangkai bunga agak kecil, tetapi jumlah tangkai banyak. Warna bunga bagus karena kontras.

Selain itu, dari segi waktu pembungaan, D. brawijaya university tergolong anggrek yang rajin berbunga dan tak mengenal musim. Artinya, sang pemilik dapat menikmati keindahan bunga dendrobium anyar itu sepanjang tahun.

Dendrobium unila campus garden

Selain D. brawijaya university, Dedek juga baru merilis anggrek yang tak kalah menarik. Anggrek itu bernama Dendrobium unila campus garden. Unila merupakan kepanjangan dari Universitas Lampung.

“Unila adalah kampus istri saya. Kami ingin memberikan penghormatan kepada kampus itu,” katanya.

D. unila campus garden merupakan hasil persilangan antara anggrek D. dyah katarina dengan D. violaceoflavens. Perakitan anggrek yang dirilis pada Agustus 2021 itu memakan waktu sekitar 4,5 tahun.

Dendrobium unila campus. (Trubus/Dok. Dedek Setia Santosa)

Anggrek bersepal dan petal kuning dengan bercak keunguan itu memiliki daun yang keras dan berbunga tebal. Karakter D. violaceoflavens atau anggrek besi itu sangat melekat pada D. unila campus garden.

Menurut Ikhsan keunggulan D. unila campus garden dari warna bunga yang padat plus kontras. Bentuk bunga juga sempurna dengan jarak yang rapat dan tersusun rapi. Dedek menuturkan, secara keseluruhan D. unila campus garden mendapatkan nilai sempurna untuk jenis dendrobium silangan.

“Indonesia kaya plasma nutfah anggrek terbesar di dunia. Saya berharap mereka bisa membawa nama besar anggrek Indonesia di kancah internasional,” kata Dedek.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img