Sunday, July 14, 2024

Ikan Nila Salin Pilihan Petambak, Rasa Daging Gurih dan Harga Jual Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Banyak petambak yang tertarik membudidayakan ikan nila salin. Alasan yang membuat mereka tertarik adalah harga jual nila salin cukup tinggi, rasa dagingnya pun dinilai lebih enak dan gurih.

Mustamin bin Yemba, warga Desa Gentung, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, merupakan salah seorang yang membudidayakan ikan nila salin.

Haji Yemba—sapaan akrabnya—mengelola tambak dengan luas nyaris sehektare. Ia mengisi 3.000 ekor benih untuk setiap 30 are (3.000 m²). Benih yang ditebar berukuran 2–3 cm atau 3–5 cm.

Bersama Kelompok Perikanan Mattoanging, Yemba membenihkan nila salin sendiri. Ia memilih calon induk yang unggul, kemudian memijahkannya. Semula, ia dan anggota kelompok memperoleh benih nila salin dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

“Kami pilih calon induk yang bagus. Induk yang beranak kami pindah. Sampai sekarang kami produksi benih sendiri,” kata ketua Kelompok Perikanan Mattoanging itu.

Ia menyiapkan kolam kecil khusus untuk mendederkan larva. Persiapan lain adalah menumbuhkan pakan alami seperti plankton dengan menebar pupuk urea. Pakan alami sebagai tambahan.

Yemba memberikan pakan apung pabrikan dua kali sehari pada pagi dan sore. Menurut Yemba, ketersediaan pakan alami menunjang pertumbuhan ikan. Yemba memanen nila salin setelah tiga bulan pemeliharaan.

Ia memanen secara bertahap 3–4 kali. Setiap panen ia mendapatkan 50–100 kilogram dari luasan 30 are. Total panen mencapai 400 kilogram per 30 are. Dari hitungan itu tambak sehektare menghasilkan 1,3 ton.

Menurut Abdul Majid, pembudidaya nila salin di Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, harga nila fluktuatif menyesuaikan pasokan.

“Biasanya musim kemarau harga sedikit turun karena banyak ikan,” kata Abdul.

Sebaliknya, pada musim hujan harga naik karena stok ikan tidak terlalu banyak. Menurut Abdul, tiga tahun terakhir harga nila ajek Rp25.000–Rp28.000 per kilogram.

Abdul mengatakan, nila hasil budidaya air payau memiliki rasa lebih gurih daripada nila air tawar. Itulah penyebab peminat nila payau mulai banyak. Sebelum 2010, ia membudidayakan bandeng. Namun karena harga jual tak terlalu tinggi yakni Rp15.000 per kilogram, ia beralih membudidayakan nila yang harga jualnya lebih menjanjikan.

Menurut Iman Sudrajat, S.Pi., perekayasa di BPBAP Takalar, ikan nila salin dapat tumbuh optimal pada salinitas 10–20 ppt. Selain itu, untuk meningkatkan hasil, Iman menuturkan kepadatan tebar di tambak tradisional masih bisa ditingkatkan.

“Kepadatan tambak bervariasi mulai dari 3–5 ekor per m³. Budidaya intensif bisa 10–20 ekor per m³,” kata Iman.

Masa pemeliharaan ikan nila salin sekitar 3–4 bulan dari benih berukuran 2–3 cm atau 3–5 cm. Kalau dari benih 1–2 cm, pemeliharaan lebih dari empat bulan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img