Wednesday, January 28, 2026

Elok Hoya Sepanjang Tahun

Rekomendasi
- Advertisement -
Hoya cystiantha, spesies asli Sumatera yang populer di Thailand, Amerika Serikat, dan Filipina.

Hoya-hoya yang berbunga sepanjang tahun. Bunga elok, harum pula.

Trubus — Ingin menikmati bunga sepanjang tahun? Hoya danumensis bermurah hati memamerkan bunga terus-menerus. Kelopak bunga berwarna merah marun muncul dari tangkai bunga setiap bulan. Spesies dari Padangsidempuan, Sumatera Utara, itu juga menguarkan keharuman yang lembut. Shintarini Aliwarga di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, mengoleksi hoya istimewa itu.

Begitu dompolan bunga rontok, maka dari tangkai yang sama bakal muncul dompolan bunga baru beberapa pekan berselang. Warna kelopak bunga merah marun. Kolektor hoya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Dian Rahmawati, mengatakan belum pernah melihat danumensis mekar secara langsung.

Hoya danumensis, spesies asli Padangsidempuan, Sumatera Utara.

Hoya langka

Di Amerika Serikat danumensis berwarna putih dibanderol $19,95 untuk tanaman di pot berukuran 2,5 inci. Sementara di Indonesia harga si lonceng merah Rp200.000—Rp500.000 tergantung ukuran. Menurut Shintarini para kolektor di dalam negeri maupun luar negeri menyukai spesies hoya asal Indonesia. Maklum, 60 dari 150 spesies hoya di dunia berasal dari Indonesia.

“Belum lengkap rasanya para kolektor bila belum memiliki spesies dari Indonesia,” kata Shintarini. Uniknya lagi sering kali saat berburu ke luar negeri seperti Thailand atau Filipina, Shintarini malah menemukan spesies asli Indonesia. Shintarini sulit menemukan spesies itu di habitat asli dan di nurseri tanaman hias di tanah air. Shintarini mendapatkan Hoya cinnamomifolia di Thailand.

Padahal, sebetulnya hoya itu berasal dari Pulau Jawa. Kata cinnamomifolia diambil dari nama kayumanis Cinnamomum verum. Sebab, daun hoya itu lebar mirip daun kayumanis. Lebar daun bervariasi mulai 6—15 cm tergantung tingkat kesuburan dan iklim tempat tumbuh. Di Negeri Gajah Putih itu harga cinnamomifolia 1.500—2.000 bath—setara Rp675.000—Rp900.000 tergantung ukuran.

Shintarini yang kini memiliki nurseri Moon Hoya itu menuturkan, “Di Indonesia malah sulit memperoleh cinnamomifolia karena hoya belum sepopuler anggrek. Dampaknya banyak yang tak sadar bahwa hoya asal tanah air dikagumi oleh kolektor mancanegara.” Menurut Shintarini, cinnamomifolia tergolong hoya yang getol berbunga. Ia juga unik karena berdaun lebar sehingga dengan penataan di pot yang baik tetap indah meskipun sedang tidak berbunga.

Rebecca

Hoya rebecca, silangan asal indukan Hoya obscura dan Hoya lacunose.

Spesies lain asal Sumatera yang mudah berbunga adalah Hoya cystiantha. Ia memiliki sinonim Hoya campanulata dan pernah dipublikasikan dengan nama Cysdianthus. “Kini dia lebih populer di Thailand ketimbang di tanah air,” kata Shintarini. Di kalangan botanis hoya itu telah dipublikasi sejak 1826. Pada 1913 Schlechter menyebutnya Hoya cystiantha.

Sebagai kolektor Shintarini memang berniat mengumpulkan kembali hoya-hoya spesies asal Indonesia selain silangan dari mancanegara. Saat ini lebih dari 200 jenis hoya menjadi kebanggaan Shintarini.

Hoya lain yang tak kalah cantik dan rajin berbunga adalah silangan hoya bernama rebecca asal Filipina yang diboyongnya dari Thailand. “Bunganya mungil dengan bulu-bulu yang menyelimuti permukaan kelopak bunga,” kata Shintarini. Pehobi di mancanegara seperti di Filipina, Thailand, dan Amerika menyukai rebecca karena bentuk petal mirip bintang yang kontras dengan kelopak yang diselimuti bulu lembut. Ia juga tergolong bandel dan cepat tumbuh. Rebecca merupakan silangan antara Hoya obscura dan Hoya lacunose.

Hoya cinnamomifolia, spesies asli Jawa berdaun lebar yang daunnya mirip kayumanis. Dompolan bunga berjumlah 20—30 kelopak dengan warna hijau hingga burgundi.

Menurut Shintarini salah satu kepuasan menikmati keindahan bunga lilin—nama lain hoya—adalah saat menyaksikan bunga mekar yang dapat diamati hingga hitungan jam. “Bila dalam satu dompolan bunga terlihat ada yang mulai mekar, maka dapat dipastikan dalam hitungan 2—4 jam kemudian mekar sempurna. Prosesnya dapat diamati dengan baik,” kata Shintarini.

Itu berbeda dengan tanaman hias lain yang posisi bunganya tumbuh tunggal seperti mawar atau adenium yang proses mekarnya sering tak dapat diamati. Hoya juga tergolong bandel dibandingkan dengan anggrek. Meski di alam keduanya berasal di habitat yang sama sebagai tanaman epifit yang menempel di pohon. “Di saat anggrek terkena serangan cendawan, hoya tetap aman. Pun saat anggrek terkena kutu gajah, hoya tetap tumbuh,” kata Dian Rahmawati.

Bahkan sering kali hoya alam menempel di anggrek malah berbunga lebih dahulu ketimbang anggreknya. Agar rajin berbunga hoya dapat ditanam pada beragam media. Sebut saja dengan media sabut kelapa di pot atau sabut kelapa yang dibentuk bola bulat lalu digantung. Belakangan pehobi memanfaatkan tempurung buah bintaro Cerbera odolam kering berselimut sabut menjadi media hoya. (Destika Cahyana)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img