
Mengungkap beragam khasiat terung bagi kesehatan.
Terung bukan hanya lezat, tetapi juga berkhasiat. Bagi sebagian kecil orang, mengonsumsi buah Solanum melongena mengiritasi lambung serta mengakibatkan gastritis. Namun, hal itu dapat dihindari dengan memilih jenis terung yang tepat, mengingat ada banyak jenis terung yang biasa dikonsumsi masyarakat. Ada buah bertipe buni, berbentuk bulat, dan berwarna hijau atau ungu.
Setiap buah terung berukuran sedang mengandung kira-kira 1,2 g protein, 0,2 g lemak, 187 mg kalium, dan 0–2,8 mg vitamin (A, B1, B2, B6, dan C). Energi total diperkirakan 17,4 kalori. Cara terbaik mengonsumsi buah yang ditemukan pertama kali tertulis di kitab Tiongkok kuno berjudul “Qí Mín Yào Shù” pada 544 itu dengan merebus atau mengukus.

Kaya manfaat
Peneliti dari Universitas Graz di Styria, Austria, Dr GHA Mitschek, melakukan percobaan terhadap kelinci dengan memberikan diet kolesterol dan memberikan terung dengan dosis yang bervariasi. Penelitian itu membuktikan dosis tidak terlalu besar mampu menghambat pembentukan plak lemak serta mencegah dan mengobati aterosklerosis. Terung juga terbukti menghambat atau membatasi asupan kolesterol dalam saluran cerna.
Bahkan sayuran buah asal India itu mampu mengangkat kolesterol yang terdapat dalam aliran darah. Buah kerabat cabai itu juga menghambat pembentukan radikal bebas, menurunkan kolesterol, serta sebagai sumber asam folat dan kalium. Kandungan zat striknin, skopolamin, skopoletin, dan skoparon menghambat serangan sawan dan gugup. Terung diyakini sebagai obat antikejang yang tidak dapat diketahui kapan terjadi serangannya.
Itulah sebabnya terung dapat mengobati penyakit epilepsi. Di Nigeria, Afrika barat, terung dipercaya dapat meredakan dan menyembuhkan serangan rematik. Masyarakat Korea pun mengenal khasiat tanaman kerabat kentang itu juga untuk mengobati beberapa gangguan kesehatan seperti sakit pinggang, encok, pinggang kaku, dan nyeri lainnya. Getah tanaman anggota famili Solanaceae itu manjur mengatasi kutil.

Untuk perawatan kulit, terung juga bisa berkhasiat mengobati campak atau cacar air dan bekas luka bakar. Pengujian terakhir di Jepang menunjukkan jus terung dapat menekan kerusakan sel akibat penyimpangan kromosom sebagai petunjuk adanya kanker. Kandungan protease atau tripsin dapat melawan serangan zat penyebab kanker. Penelitian lebih lanjut juga mengungkap khasiat terung untuk mengurangi risiko penyakit kanker perut.
Afrodisiak
Marga Solanum mengandung senyawa yang disebut solasodin. Solasodin mengganggu keseimbangan hormon gonadotropin pria maupun perempuan. Dengan demikian terung juga bersifat kontrasepsi di masyarakat. Konsumsi irisan buah terung mentah tanpa kulit dipercaya dapat menjarangkan kehamilan. Bagaimana duduk perkara solasodin menjarangkan kehamilan?
Menurut Soehadi dan Santa dalam Perspective of Male Contraception With Regards to Indonesian Traditional Drugs, alkaloid steroid solasodin bersifat kompetitif terhadap reseptor Folicle Stimulating Hormon (FSH). Akibatnya pelepasan FSH dari hipofisis akan terganggu. FSH berperan sebagai mediator untuk mengikat androgen dalam spermatogenesis. Jika FSH terganggu maka spermatogenesis menjadi terhambat.

Dampak lain menurunkan kualitas spermatozoa. Jika kualitas spermatozoa menurun maka fertilitasnya juga akan menurun. Penurunan fertilitas menunjang pemanfaatan terung sebagai bahan antifertilitas. Sifat terung sebagai kontrasepsi sempat dikhawatirkan dapat menurunkan produksi testosteron dan menurunkan libido. Itu terbukti tidak benar setelah dilakukan penelitian kadar testosteron tikus putih yang diberi cepokak Solanum torvum.
Penelitian membuktikan cepokak tidak mempengaruhi kadar testosteron tikus putih. Sebabnya biosintesis testosteron tidak melibatkan FSH, melainkan LH yang reseptornya berbeda dengan FSH. Dengan tidak terpengaruhnya reseptor LH oleh solasodin, maka proses biosintesis testosteron menjadi tidak terhambat sehingga fungsi testosteron sebagai hormon maskulinisasi dan mempertahankan libido tetap normal.

Belakangan ini muncul isu menarik bahwa justru terung memiliki efek afrodisiak atau mampu meningkatkan gairah seks. Anggapan itu bermula dari keberadaan senyawa saponin yang cukup banyak terkandung dalam terung. Senyawa saponin berperan dalam proses pembentukan testosteron. Pengembangan pemanfaatan terung dalam kesehatan perlu dikaji dan dibuktikan secara ilmiah dimulai dengan kajian etnofarmakologi yang benar dan tepat.
Kajian sederhana manfaat buah terung diharapkan dapat membuka penelitian pembuktian kebenaran ilmiah di dalam pemanfaatannya sebagai obat, pemelihara, atau peningkatan kesehatan, sebagai obat herbal ataupun sebagai sumber senyawa obat seperti sumber obat berstruktur steroid. (Andreanus A Soemardji dan Sabrini, peneliti di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung)
