Trubus.id—Sejatinya potensi bisnis asiri nilam menjanjikan. Menurut Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Indonesia menangkap peluang permintaan pasar minyak asiri melalui nilam. Indonesia menguasai pangsa pasar dunia minyak asiri nilam sebesar 95%.
Adapun sentra produksi minyak asiri nilam Indonesia berada di Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebagian besar minyak asiri nilam Indonesia diekspor ke Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Swiss, Jerman, Belanda, Hongkong, Mesir, dan Arab Saudi.
Baru-baru ini Koperasi Produsen Inovasi Nilam Aceh (Inovac) bersinergi dengan PT Nat’ Green, mengekspor 1,2 ton bahan baku pembuatan parfum (fragrance) nilam dan biji pala senilai Rp1 miliar ke Prancis.
Pelepasan ekspor minyak nilam dan biji pala itu diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki di Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat (8/12/2023).
Koperasi Inovac merupakan unit bisnis yang dibentuk oleh USK. Ketua Koperasi Inovac Nadia menjelaskan, melalui UGreen, koperasi secara rutin tiga bulan sekali melakukan ekspor minyak nilam ke Prancis.
“Namun belum dapat memenuhi permintaan bahan baku minyak nilam ke Prancis yakni sebanyak 6 ton,” tutur Nadia.
Direktur Atsiri Research Center (ARC) Syaifullah Muhammad mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, industri nilam di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hampir musnah. Bahkan yang tadinya dari market nasional mencapai 55 persen, turun menjadi 35 persen.
Minyak nilam terbaik itu ada di Aceh. Dengan kenyataan ini, maka kami intervensi melakukan inovasi dan mengajarkannya kepada masyarakat. “Mulai dari pembibitan hingga penyulingan minyak nilam, serta membentuk ekosistemnya dengan membentuk koperasi bersama USK,” jelas Syaifullah dilansir dari laman kemenkopukm.
