Trubus.id—Petani di di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Pepen mengalami peningkatan produksi padi setelah menggunakan Pupuk Organik Cair. Pasalnya hasil panen mencapai 1 ton GKP di sawah seluas 1.400 meter persegi.
Sebelumnya hasil panen paling banter 800 kg GKP di luasan lahan sama. Artinya ada peningkatan produksi sebanyak 25% setelah menggunakan POC lemak hewani mengandung asam amino.
Tidak hanya Pepen, petani padi lain di Kecamatan Pameungpeuk, Jajang Bahtiar, juga mengalami peningkatan hasil panen padi sebanyak 25%. Jajang menuturkan, pengaplikasian POC lemak hewani mengandung asam amino perlu memperhatikan musim agar hasilnya kian optimal.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pameungpeuk itu mengaplikasikan POC lemak hewani paling telat sekali tiap pekan saat musim kemarau. Adapun ketika musim hujan bisa sekali selang 2 pekan. Alasannya lahan terlalu kering menyebabkan kinerja POC kurang optimal.
Menurut chief executive officer (CEO) PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Muhamad Rian, pemakaian pupuk organik cair kaya asam amino itu bisa menghemat biaya produksi padi.
Ia menghitung untuk sehektare lahan sawah menghabiskan 7 jeriken isi 5 liter atau 35 liter POC seharga Rp1,4 juta. Bandingkan dengan pembelian pupuk sintetis kimia yang menghabiskan lebih dari Rp3 juta.
“Petani menghemat biaya hingga lebih dari separuh,” tutur Rian.
Menurut Peneliti Ahli Madya Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Dra. Selly Salma, M. Si. POC berbasis asam amino adalah POC yang dibuat dengan bahan baku utama berasal dari sumber bahan organik yang kaya protein.
“Misal dari usaha perikanan, cangkang udang, terasi, limbah pabrik tahu, tempe, dan ekstrak tanaman kacang-kacangan,” kata Selly.
Ia menuturkan protein dalam limbah itu terurai atau terdekomposisi dengan bantuan enzim protease yang menjadi satuan penyusunnya yaitu asam amino. Selanjutnya asam amino terurai menjadi nitrogen (N).
“Jadi, POC yang berbasis asam amino cukup tinggi kandungan nitrogennya,” kata Selly.
POC asam amino umumnya mengandung N yang cukup tinggi mencapai 2—8%. Asam amino merupakan sumber nitrogen organik yang penting bagi tanaman. Nitrogen diperlukan terutama untuk pertumbuhan vegetatif tanaman.
Selly menambahkan, POC berbasis asam amino selain menyediakan hara terutama N dan hara mikro, juga berperan menstimulasi aktivitas mikrob tanah dan meningkatkan kandungan klorofil sehingga laju fotosintesis menjadi lebih baik.
Asam amino juga sebagai prekursor dari aktivitas enzim-enzim yang berperan mengatasi stres lingkungan. Keruan saja pertumbuhan tanaman optimal dan hasil panen meningkat. Namun Selly mewanti-wanti agar petani memilih POC yang sudah lolos uji dari Kementerian Pertanian.
Syarat mutu POC yang beredar di Indonesia diatur dalam Kepmen 261/2019. Parameternya antara lain mengandung C minimal 6% dan hara makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S). Pun mengandung hara mikro antara lain Fe, Mn, Cu, Zn, B, dan Mo.
“Hara mikro diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman,” kata Selly.
