Trubus.id—Hari Rempah Nasional diperingati setiap tanggal 11 Desember. Perkumpulan Dokter Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia mengadakan Seminar Nasional dan Wisata Sejarah Rempah dalam Rangka HUT PDPOTJI ke-4 dan Hari Rempah Nasional 2023.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). Dr. (Cand) dr. Inggrid Tania, M.Si (herbal), menuturkan selama 4 tahun PDPOTJI fokus dalam mengembangkan obat herbal dan bahan alam.
“Bersyukur ada undang-undang kesehatan No 17 Tahun 2023 sangat eksplisit terkait semangat dan juga payung hukum untuk pengembangan dan pemanfaatan obat bahal alam,” tutur dr. Inggrid dalam sambutan dalam acara Seminar Nasional dan Wisata Sejarah Rempah pada 10 Desember 2023 di Museum Bahari, Jakarta.
Inggrid berharap pengembangan obat tradisional dan bahan alam bisa terus maju hingga pemanfaatan meluas untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, menuturkan penggunaan rempah sebagai bahan ramuan obat telah digunakan sejak zaman dahulu kala.
Terbukti dengan relief candi Borobudur yang menggambarkan pemanfaatan tanaman obat untuk mengurangi keluhan kesehatan.
Saat ini pemanfaatan ramuan obat semakin meningkat. Hal itu didukung dengan kekayaan alam Indonesia yang melimpah. Lebih dari 10.000 di antara 30.000 spesies tanaman yang tumbuh di Indonesia berpotensi sebagai tanaman obat.
Namun hanya 3% yang kini telah diolah menjadi obat bahan alam. Undang-undang No 17 tahun 2023 tentang kesehatan memberikan kesempatan yang besar dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk penelitian, pengembangan, dan penggunaan rempah tanaman obat menjadi obat bahan alam.
“Hadir nya Perkumpulan Dokter Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) diharapkan dapat mendorong penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan rempah tanaman obat menjadi obat bahan alam baik jamu, obat herbal terstandar, maupun fitofarmaka yang aman bermutu dan berkhasiat,” tutur Budi Sadikin dalam sambutannya.
