Sunday, January 25, 2026

Hiu Berjalan Ditetapkan sebagai Satwa Dilindungi Penuh

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan perlindungan populasi ikan hiu berjalan Hemiscyllium spp. dengan status perlindungan penuh. Penetapan status bertujuan menjaga dan menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan spesies tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Victor Gustaaf Manoppo, menjelaskan, keputusan terkait status perlindungan penuh hiu berjalan tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 30 Tahun 2023 tentang Perlindungan Penuh Ikan Hiu Berjalan.

“Hiu berjalan merupakan salah satu dari 20 jenis ikan prioritas konservasi KKP tahun 2020–2024,” kata Victor, dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Penurunan populasi serta ancaman kerentanan dan kelangkaan jenis ikan hiu berjalan ini, menjadi pertimbangan perlunya membuat kebijakan pengelolaan sumber daya ikan tersebut. Terlebih, ikan ini memiliki range size atau populasi kecil sehingga rentan mengalami kepunahan.

Ikan hiu berjalan dari genus Hemiscyllium merupakan spesies endemik yang ditemukan di perairan Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Nugini, dan Australia. Hingga saat ini, di dunia terdapat sembilan spesies hiu berjalan, enam di antaranya ditemukan di perairan Indonesia.

“Berdasarkan penilaian pada tahun 2020, seluruh spesies hiu berjalan telah masuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN) karena kerentanan dan kelangkaannya,” terang Victor.

Bahkan, menurutnya, dua spesies ikan hiu berjalan masuk kategori hampir terancam (near threatened), tiga spesies dikategorikan rentan (vulnerable), dan satu spesies memiliki kategori sedikit perhatian (least concern).

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Firdaus Agung, menyampaikan, sifat umum biologi dari kelompok hiu berjalan cenderung hidup menetap di dasar perairan yang dangkal, tidak aktif bergerak dan hidup di habitat yang spesifik (daerah terumbu karang dan padang lamun).

Hal itu menyebabkan tidak adanya percampuran populasi antartiap anggota spesiesnya di wilayah tersebut. Lewat studi analisis molekuler menunjukkan, sifat biologi yang unik dari kelompok hiu berjalan ini menyebabkan terjadinya proses spesiasi secara alami yang mengikuti pergerakan lempeng tektonik dan proses hidrologi dalam waktu kurun puluhan juta tahun yang silam.

“Setiap jenis ikan Hemiscyllium memiliki kekhasan genetik yang ditunjukkan secara morfologis melalui pola dan corak warna yang berbeda-beda,” paparnya.

Menurut Firdaus, keragaman genetis dari setiap spesies ikan hiu berjalan ini merupakan suatu keunikan tersendiri yang harus dipertahankan untuk terjaga kemurniannya. Ikan hiu ini bukan merupakan target sebagai ikan konsumsi, melainkan pemanfaatannya diduga semakin meningkat untuk keperluan ikan hias mengingat karakter dan morfologinya yang unik.

Padahal, ikan ini memiliki potensi yang tinggi dari sisi pariwisata, yakni sebagai salah satu jenis ikan yang memiliki daya tarik bagi para penyelam.

Lebih lanjut, Firdaus menuturkan, pascapenetapan status perlindungan ikan hiu berjalan, KKP akan melakukan sosialisasi tentang status perlindungannya ke masyarakat dan menyusun Rencana Aksi Nasional konservasinya.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img