Saturday, August 13, 2022

Ibrahim Imran: Bukan Weker, Tapi Karena Bonji

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tak hanya Bonji yang menyalak. Sebenarnya ada 2 anjing lain turut sumbang suara menggonggong untuk membangunkan Baim. Namun, Sambo-tekel-dan Nunung-campuran ras dan kampung-suaranya tidak sekeras Bonji. ‘Mereka sesekali menggonggong sambil menggaruk-garuk pintu,’ kata vokalis yang sudah mengeluarkan 6 album musik itu.

Ritual setiap pagi sekitar pukul 09.00 WIB di depan pintu itu berlangsung dari Agustus hingga November tahun lalu. Setiap habis bertugas membangunkan Baim, ketiga anjing itu bermain di ruang keluarga. Lantaran suka berkejar-kejaran, beberapa perabotan porselin pecah tersenggol mereka. ‘Sofa sering rusak digaruk-garuk, sandal juga dirusak, pokoknya tidak ada yang selamat,’ kata Lisa Imran, adik perempuan Baim.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan lagi, peraih best guitarist pada Yamaha Music Contest 2004 itu memilih memelihara ketiganya di luar ruang keluarga. ‘Tempat mainnya di halaman belakang rumah yang dibatasi pintu,’ kata pria yang mengidolakan gitaris Richie Sambora itu. Tak hanya itu, 2 kandang pun disiapkan di depan studio pribadi Baim. Satu untuk Bonji, sisanya untuk Sambo dan Nunung.

Film kartun

Baim menyukai anjing sejak di sekolah dasar. Ia terinspirasi oleh karakter anjing di film Lady and The Tramp. Film kartun produksi Walt Disney pada 1955 dan diputar kembali 1986 itu berkisah tentang persahabatan seekor cocker spaniel betina bernama Lady dan seekor mutt bernama Tramp.

Sejak itu pula keinginan Baim memelihara anjing menguat. Jenis pekingense dan rough collie menjadi koleksi pertamanya saat menempuh sekolah menengah atas di Jakarta. Sayang, menginjak bangku perguruan tinggi pada 1994, kedua anjing itu terpaksa diserahkan kepada orang lain. ‘Saya sibuk sehingga mereka sering telantar,’ katanya.

Berselang 12 tahun, sebuah film besutan sutradara Paul Walker berjudul Eight Below menggodanya kembali untuk memiliki anjing. Film itu bertutur tentang anjing siberian husky yang terperangkap dalam badai salju di Antartika. Anjing berpenampilan mirip srigala itu membuat Baim jatuh hati karena sosok di film sangat gagah. ‘Berbeda dengan anjing lainnya,’ tutur pria kelahiran Hongkong, 31 Mei 1975 itu.

Setengah bulan lamanya Baim harus menunggu untuk mendapatkan siberian husky idaman dari sebuah pet house di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat. Pada Oktober 2006 Gabriel von Bryansky yang berumur 2 bulan hadir di rumah Baim di Cakung, Jakarta Timur. Anjing kelahiran 10 Agustus 2006 itu pun diberi nama Bonji. ‘Itu nama grup musik Bon Jovi,’ kata Baim yang menjadi penggemar beratnya.

Berselang 4 minggu, Sambo ikut meramaikan rumah. Nama Sambo diambil dari panggilan pemusik, Richie Sambora, gitaris Bon Jovi. Nunung yang terakhir datang. ‘Diberi nama Nunung karena enak aja didengar,’ katanya. Menurut Baim, anjing lebih komunikatif dibandingkan hewan peliharaan lain. ‘Bisa dilatih berinteraksi dengan pemiliknya,’ ujar pria yang mulai bersolo karir pada 2002 itu. Contohnya Bonji, dapat diperintah untuk duduk dan bersalaman.

Alarm

Memelihara anjing bagi Baim selain kesenangan juga berfungsi menjaga rumah. Jika ada sedikit suara di pagar, meski berada di ruang belakang, ketiga anjingnya kompak menggonggong. Tamu yang datang pasti ketahuan. Yang unik, selain menyalak, suara Bonji terdengar mirip lolongan srigala. ‘Dia jago melolong karena itu sifat aslinya,’ ujar peraih best hair do male singer versi Johnny Andrean Award 2004.

Lolongan Bonji dan gonggongan Sambo serta Nunung malah berfungsi sebagai bel. Maklum, saat Baim berada di studio, bunyi bel rumah kerap tidak terdengar. ‘Saking nyaringnya, sampai-sampai saat take vokal di studio yang kedap suara, gonggongan mereka ikut terekam,’ tutur bintang iklan beberapa produk minuman itu.

Kedekatan Baim dengan anjing tak perlu diragukan lagi. Saat itu, Januari 2007, selain ketiga anjingnya, ia masih memiliki Bono-anjing lain. Anjing pug itu tiba-tiba terserang flu berat lantaran tertular Sambo yang lebih dulu sakit. Sebelum berangkat manggung, ia menyempatkan diri memberi anjing itu obat.

Seperti biasa, sepulang pertunjukan Baim segera memeriksa kondisi semua anjing, terutama Bono. Saat ditinggal kondisi Bono sedikit membaik, tetapi dini hari anjing berbulu hitam itu tampak lemah tak berdaya. Disentuh pun hanya terdiam meringkuk. ‘Ia tidak bereaksi, seperti pingsan,’ katanya. Pukul 02.30 WIB, ia langsung membawa Bono ke klinik hewan 24 jam.

Sepanjang perjalanan ke klinik, anjing berumur 4 bulan itu mulai kejang-kejang. ‘Tubuhnya bergetar lumayan keras,’ ujarnya. Dokter hewan menyatakan anjing yang panggilannya mencomot nama vokalis U2 itu terkena step dan harus diopname. Biaya perawatan sekitar Rp2-juta lebih dikeluarkan untuk menyelamatkan sang anjing. Namun, sehari menjalani opname, keesokan harinya Bono meregang nyawa. ‘Itu pengalaman yang paling menyedihkan,’ kata pemain sekaligus ilustrator musik film Legenda Sundel Bolong karya Hanung Bramantyo itu.

Pengusir penat

Pekerjaan Baim di dunia musik menuntut konsentrasi tinggi. Kalau penat hinggap, penyanyi yang dikenal dengan tembang Kau Milikku dari album solo keduanya itu, tinggal ke luar studio untuk bermain dengan anjing-anjingnya. ‘Hanya 10-15 menit, segala penat dan rasa suntuk hilang,’ tutur Baim yang suka menggendong anjingnya.

Sesekali, Baim membiarkan anjingnya masuk studio. Walau ikut bermain di studionya, Bonji, Sambo, dan Nunung, tidak merusak peralatan musik. ‘Mereka mungkin tahu itu barang saya sehingga tidak merusaknya,’ katanya. Yang lucu, jika pembantunya menjemur pakaian. Semua baju kecuali milik Baim bakal ditarik-tarik hingga jatuh. Rupanya anjing tahu pakaian milik majikan dan yang bukan.

Kini meskipun musisi yang senang mengoleksi gitar itu tidak membiarkan anjingnya masuk ke dalam rumah, ketiganya tetap menjadi weker setia. Saat mereka menyalak, itu tanda Baim untuk berkarya. (Kiki Rizkika)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img