Trubus.id — Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) merancang inovasi pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat dengan pendekatan ramah lingkungan. Inovasi ini menggunakan teknik push-pull yang dikenal efektif dalam pertanian berkelanjutan.
Teknik push-pull bekerja dengan mengusir hama dari tanaman utama menggunakan zat alami, lalu menariknya ke tanaman umpan atau perangkap. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.
Inovasi ini dikembangkan oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pascapanen angkatan 2021. Mereka menyesuaikan konsep push-pull agar lebih aplikatif untuk kondisi pertanian lokal di Indonesia.
Pengembangan dilakukan melalui diskusi intensif dan kajian literatur yang mendalam. Tim juga mendapatkan arahan dari dosen pembimbing untuk memastikan inovasi mereka selaras dengan prinsip ilmiah dan kebutuhan petani.
Masalah lalat buah dipilih karena menjadi salah satu penyebab utama gagal panen tomat di berbagai daerah. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan oleh petani skala kecil.
Teknik yang ditawarkan bersifat murah, mudah diterapkan, dan tidak berdampak buruk bagi ekosistem pertanian. Dengan demikian, metode ini berpotensi meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.
Melansir pada laman ITB tim pengembang berencana melanjutkan inovasi ini ke tahap uji coba lapangan. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan petani dan lembaga pertanian untuk menguji efektivitasnya secara langsung.
Melalui inovasi ini, mereka ingin mendorong penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal. Solusi kecil seperti ini diyakini dapat memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
