Wednesday, January 28, 2026

Jalan Terjal Merawat Cendana

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Budidaya cendana bagaikan menapak jalan licin dan terjal. Sekali terpeleset kematian membayang. Perawatan adalah jalan licin dan terjal itu. Boleh dibilang pada tahap pembenihan sampai penyemaian, tingkat kelolosan hidup cendana cukup tinggi mencapai 85%.

Persentase itu menyusut tatkala menginjak penanaman di lahan. Kematian secara tiba-tiba tanpa sebab kerap terjadi setelah Santalum album (nama ilmiah cendana) itu berumur 2 bulan. Belum lagi cengkeraman bersifat nonteknis tapi menempati peringkat pertama kegagalan budidaya cendana seperti kebakaran hutan, mati dimakan hewan ternak, dan penjarahan,

Selain itu, pohon endemik Nusa Tenggara Timur itu rentan diserang beberapa hama seperti kutu sisik Chianosis sp., ulat daun Lymantria dispa, dan ulat penggerek Zeuere coffeae. Kutu sisik umpamanya berakibat benjol-benjol pada daun, pucuk mengeriting, dan daun gugur.

Penyemprotan insektisida karbaril dan pemakaian musuh alami Chilocarpus predatus terbukti efektif melenyapkan kutu sisik. Cendawan jelaga ditemukan banyak menyerang cendana. Ranting pohon dan daun tampak tertutup lapisan jelaga kehitaman.

Bila didiamkan terus-menerus mengganggu proses asimilasi. Cendawan dapat dikendalikan dengan membuang bagian terserang atau menyemprot menggunakan larutan detergen.

Penyebab kematian non teknis seperti kebakaran dapat dicegah dengan membuat sekat bakar berjarak 20—50 m dari tanaman. Sekat itu berupa parit-parit dengan kedalaman 30—60 cm. Umur cendana lumayan lama. Ia paling cepat dapat ditebang saat menginjak umur 20 tahun.

Cara termudah menentukan umur tebang dengan memperhatikan ciri-ciri yang ditunjukkan seperti daun rontok, ranting mengering di sekujur batang, dan batang minimal bergaris tengah 30 cm. Saat itu cendana sudah mengeluarkan bau harum yang khas. Aroma itu berasal dari teras yang berwarna pucat hingga cokelat kekuningan.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img